SUKA MAKMUE – Tgk Ramli yang mengaku sebagai Tuha Peut Partai Aceh di Nagan Raya membenarkan dirinya mendukung kandidat bupati Nurchalis-Suyanto, yang maju melalui jalur independen pada pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. Sikap ini bertentangan dengan pimpinan di DPA Partai Aceh yang telah memutuskan mendukung pasangan Jamin Idham dan Chalidin Oesman sebagai calon Bupati Nagan Raya.
Pernyataan serupa pernah disampaikan Tgk Ramli pada acara halal bi halal yang diadakan pasangan Nurchalis-Suyanto dua hari lalu. Hal senada kembali ditegaskan Tgk Ramli kepada portalsatu.com saat ditemui di kediamannya, di kawasan Gampong Kulu, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Kamis, 28 April 2016.
“Saya di Nagan Raya akan mendukung kandidat Nurchalis-Suyanto,” kata Tgk. Ramli.
Dia mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah Partai Aceh tidak mendukung kandidat yang diusung dari partai sendiri.
Seperti diketahui, Jamin Idham merupakan kader Partai Demokrat yang juga ketua partai besutan SBY tersebut di Nagan Raya. Sementara wakilnya, Chalidin Oesman disebut-sebut adalah kader Partai Aceh. Pasangan ini mendapat dukungan resmi dari DPA Partai Aceh setelah mendapat masukan-masukan dari PA Nagan Raya.
Deklarasi dukungan terhadap Jamin Idham-Chalidin Oesman yang dikenal dengan Jadin itu dilakukan di Kantor DPA Partai Aceh di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Hadir dalam deklarasi ini seperti Ketua DPA PA H Muzakir Manaf, Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Wien Rimba Raya, Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kabupaten Nagan Raya Ali Hasymi, Sekretaris KPA Nagan Raya dan seluruh Sagoe dalam wilayah Nagan Raya.
Hadir pula dalam deklarasi ini Ketua DPC PBB Nagan Raya H Ibrahim Idham.
Tgk Ramli mengatakan sengaja memilih untuk menentukan sikap berbeda dari mayoritas PA/KPA di daerah tersebut, disebabkan penentuan calon bupati dan wakil bupati tidak dimusyawarahkan sebelumnya.
“Partai lebih memilih mendukung pasangan lain yang tidak pernah dimusyawarahkan dengan kami (Tuha Peut-red). Selain itu, Partai Aceh juga bukan pengusung, hanya partai pendukung saja, karena contohnya pemilu lalu dimana PA mendukung kandidat Golkar tapi PA makin kekurangan kursi di DPR,” ujarnya.
Tgk. Ramli yang juga mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini turut mengklaim mendapat dukungan dari 70 persen ekskombatan di Nagan Raya.
“Saya juga siap menerima sanksi dari Ketua Umum Partai Aceh (Mualem),” ujarnya.
Pria yang disebut-sebut pernah menjabat sebagai panglima perjuangan Meulaboh Raya ini juga mengatakan, apa yang dilakukannya tersebut bukan melawan partai. Namun menurutnya sikap bertentangan ini lebih kepada melawan kebijakan petinggi partai.
“Pat ek ta setot keputusan partai, dibahu ho yang galak. Meunyo jinoe contoh jieh kamo di bahu lam naleng lako yang meduro, kamo mesilop hana. Kon han mungkin me penutop aki droe. Saya siap dipecat, gaji pih hana jabatan pih asai kana,” katanya.[](bna)





