ACEH UTARA – Open Turnamen Sepak Bola Piala Kapolres Aceh Utara Cup-I dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 resmi dibuka Kapolres Aceh Utara AKBP Deden Heksaputera, di Lapangan Bola Kaki Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Selasa, 25 Juni 2024.
Ketua Panitia Turnamen Piala Kapolres Aceh Utara Cup-I, Ali Kuba, menyebut terdapat 16 tim yang bertanding. Yakni, Ramos Mutiara FC vs Kutablang Putra FC, Armada Aceh Timur vs PSLU Lapang FC, Boss Muda Sumut vs Ragas FC Banda Aceh, dan Alfa United FC vs Young Warior FC Aceh Timur.
Selanjutnya, L Patra FC Bireuen vs Andyka FC Aceh Utara, PSGR FC Sigli vs AMSCO Aceh Utara, Porkap FC Lhokseumawe vs Fatin Peusangan FC, dan Derre FC Simpang Cibrek vs Langsa FC.
Pembukaan turnamen tersebut, tim bermain Ramos Mutiara FC vs Kutablang Putra FC. Diawali babak pertama, kedua tim kesebelasan tampil energik dan saling serang menyerang. Pada menit ke- 26, keseblasan Ramos Mutiara FC diperkuat Riski Tanse dan TM Reza, berhasil membobol gawang Putra Kutablang FC yang gawangi Maulizar, lewat sundulan dilakukan Muhar Panton. Skor menjadi 1-0.
Keseblasan Putra Kutablang FC diperkuat Akhirul Wadan dan Yoga Panjaitan terus berupaya memacu serangan untuk menyamakan kedudukan. Namun, hingga berakhirnya babak pertama pertandingan dipimpin wasit Taufiq, skor tidak berubah.
Usai water break atau turun minum dan dimulainya babak kedua, kedua tim terus melakukan serangan untuk merobek gawang pertahanan lawan. Pada menit ke-56 tim Putra Kutablang FC yang bertabur bintang itu mampu membobol gawang Ramos Mutiara FC digawangi Rolas Langsa, melalui sundulan Amiril Mukminin. Skor berubah menjadi 1-1.
Setelah bermain 90 menit, pemenang dalam laga tersebut pun belum dapat ditentukan. Pertandingan akhirnya dilanjutkan melalui drama adu penalti, hingga tim Ramos Mutiara FC berhasil mengalahkan Putra Kutablang FC.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan pihak terkait lainnya yang telah mendukung open turnamen itu.
“Kegiatan ini dilakukan untuk membangun jiwa kemenangan sejati, menjunjung tinggi sportivitas, dan untuk kemajuan sepak bola Aceh Utara,” kata Deden.
Deden berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dalam dunia sepak bola, potensi pemersatu bangsa dan langkah kongkret dalam mendukung terwujudnya kondisi yang kondusif menuju Indonesia emas.
Menurunya, turnamen ini selain menjadi ajang olahraga pesta rakyat, juga sebagai wadah membangun karakter anak bangsa.
“Melalui olahraga ini kita diajarkan banyak hal, di mana kita diharuskan memiliki sportivitas dan nilai semangat untuk menggapai cita-cita,” ucap Deden.
Deden berharap wasit memimpin pertandingan dengan baik, adil, dan benar. “Suksesnya kegiatan itu terdapat pada wasit, dan jangan sampai terjadi gangguan selama pertandingan akibat salah keputusan dari wasit, sehingga nantinya akan mencederai fairplay pertandingan tersebut”.[](ril)





