BANDA ACEH – Uneversitas Islam Negeri Ar-Rraniry tahun depan mulai mempersiapkan kampus dua dengan luas lahan mecapai 37 hektar di Gampon Cot Lamme, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Rektor UIN Farid Wajdi, mengatakan, pihaknya akan membuat kampus dua, dan telah dipersiapkan lahannya 37 hektar.

“Targetnya tahun depan sudah jalan, untuk pembangunannya berjalan terus karena biayanya sangat besar,” katanya di sela acara kuliah Umum dan penanaman pohon secara simbolis di Fakultas Sain dan Trknologi UIN Ar-raniry, Rabu 20 September 2017.

Menurutnya, itu bagian dari pengembangan kampus UIN Ar-raniry, untuk kampus dua nanti 17 hektar akan dibangun gedung, dan di sisanya 20 hektar kusus untuk kawasan hutan.

“Sementara belum diberi nama, boleh jadi fakultas di sini akan di pindah ke sana, atau katakan lah nanti akan ada fakultas baru seperti kedokteran dan lain lain, nanti akan disesuaikan kondisinya. Kampus di Darussalam sudah mulai padat yang luasnya mencapai 33 hektar, dan dikampus ini bangunannya sudah cukup, tinggal tersisa untuk lahan hijau saja, hampir setengah luas kawasan ini untuk tanam pohon,” katanya. 

Ia tambahkan, hal itu menjadi pertanda akan masa depan pohon untuk generasi Aceh. Dari awal pihaknya sudah mendesain dengan bagus supaya ada lahan kampus untuk menanam pohon. Katanya, keterlibatan kampus UIN untuk menanam bukan yang pertama, tapi untuk ke sekian kali. Sehingga UIN memiliki lahan untuk tanam pohon, baik di kampus atau di sekitarnya.

“Di kampus kita sediakan lahan untuk pohon, kita menata bangunannya sedemikian rupa untuk bisa menanam pohon, seperti kampung Rukoh sering melibatkan kami dan mahasiswa untuk penghijauan, ini sangat efektif, di samping mahasiswa terlibat langsung, pemikirannya juga bisa ditranfer untuk yang lain,” jelasnya. 

Menurutnya penanaman ini terus menerus dilakukan setiap tahun dengan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan DAS Krueng Aceh. 

“Saya hari ini syukur sekali datang Dirjen DAS dari KLHK, dan saya berterimakasih kepada Dirjen kususnya kementrian lingkungan hidup serta pemerintah Indonesia yang sudah ada gerakan menanam pohon, “jelasnya. 

Ia sebutkan, kedatangan Dirjen khusus untuk penanda tanganan kerjasama dan juga membagi bibit pohon, kegiatan ini melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi lain di Aceh.

“Perhatian Pemerintah dalam hal ini luar biasa, dengan melibatkan kami baik secara akademisi maupun ptaktek, kita juga bahagian dari masyarakat, kita mendukung program gerakan menanam pohon ini,” sebutnya.[]

Laporan: Taufan Mustafa