LHOKSEUMAWE Universitas Malikussaleh (Unimal) bisa menampung sekitar 8.250 peserta Ujian Tulis Berbasih Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sejauh ini jumlah calon mahasiswa yang sudah memastikan mengikuti UTBK di Unimal hampir 1.000 orang.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unimal, Jullimursyida, P.hD., menyebutkan pendaftaran UTBK dan SBMPTN, 2 – 20 Juni 2020. Kami mengimbau calon mahasiswa agar mendaftar lebih awal untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Sebaiknya tidak memilih hari-hari terakhir kalau ada waktu sekarang, imbau Julli dalam acara 'Ngobrol Santai (Ngobras)' di RRI Lhokseumawe, Sabtu, 6 Juni 2020.
UTBK akan dilaksanakan di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, 5 12 Juli mendatang. Pelaksanaan ujian tetap akan menyesuaikan dengan protokol kesehatan di masa Covid-19, ujar Jullimursyida dalam dialog dipandu Ayi Jufridar dibantu co–host, Diana.
Julli mengingatkan peserta UTBK membawa masker serta mengikuti protokol kesehatan. Dia meminta peserta hadir lebih cepat karena bakal ada pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk. Selain itu, jarak satu peserta dengan peserta lain juga mengikuti protokol kesehatan.

Menjawab pertanyaan pendengar tentang peserta suhu tubuhnya di atas normal, Julli menyebutkan yang bersangkutan akan ditangani tim medis disiapkan di lokasi. Tentang kemungkinan peserta tersebut bisa mengikuti ujian, masih menunggu petunjuk berikutnya, ujar Julli.
Menurut Juli, kapasitas 8.250 peserta bisa menampung lulusan di Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, serta sebagian Aceh Timur dan Pidie Jaya yang lokasinya berdekatan dengan Unimal. Para peserta yang merupakan lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020 juga bisa memilih kampus terdekat seperti Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Samudra Langsa, Universitas Teuku Umar di Meulaboh, Universitas Islam Negeri Ar Raniry di Banda Aceh, serta Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Banda Aceh.
Julli mengimbau peserta berhati-hati dalam mengisi data melalui akun di portal LTMPT, sebab ada beberapa kasus calon mahasiswa salah dalam mengisi data dan tidak bisa diperbaiki jika sudah melakukan simpan permanen. Siswa yang tinggal di Lhokseumawe, misalnya, terlanjur mendaftar sebagai peserta di Medan atau di Jawa karena ingin kuliah di sana. Padahal, peserta bisa mengikuti UTBK di Unimal meski memilih universitas di Jawa atau daerah lain, tuturnya.
Menjawab pertanyaan pendengar tentang kemungkinan siswa jurusan IPS bisa mengambil program studi di Fakultas Teknik, Julli mengatakan ketika mendaftar di universitas tertentu, sudah ada pilihan prodi yang dibenarkan sesuai jurusan di SMA. Kalau memang tidak dibenarkan, sudah terkunci dari awal, kata Juli.
Juli menambahkan, siswa yang bisa mendaftar di SBMPT adalah siswa sudah memiliki akun di LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) serta belum lulus dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), beberapa waktu lalu.[](rilis)




