LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) dan University of Rhode Island (URI) ingin mengembangkan potensi laut di Aceh Utara. Pernyataan itu disampaikan Rektor Unimal Prof. Apridar dan perwakilan URI Prof. Micenko dalam workshop potensi kelautan Aceh, di Kantor Bupati Aceh Utara, Selasa, 7 Maret 2017. Workshop itu turut dihadiri Plt. Sekda Aceh Utara Abdul Aziz.
Unimal dan URI menandatangani kerja sama Desember 2016 lalu di Amerika Serikat. Kerja sama ini termasuk salah satunya mengembangkan potensi kelautan, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan pemetaan potensi laut Aceh dan Aceh Utara, kata Apridar, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.
Apridar menyebut Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mendukung upaya pemanfaatan potensi laut. Kehadiran Micenko di Aceh Utara untuk pendataan awal, lalu akan dilakukan riset bersama. Kita ingin ada solusi, misalnya jika kita modernisasi peralatan tangkap, solusi untuk nelayan bagaimana? Jangan sampai nelayan kecil rugi, dan ini kita cari formulasinya lewat riset, ujarnya.
Micenko menyatakan ia banyak meneliti kawasan kelautan di sejumlah negara di Eropa dan Asia. Ada keunikan di Aceh, ada lembaga panglima laot, ini hanya ada di Indonesia, tak ada di negara lain, katanya.
Ia ingin hasil riset dalam waktu dekat ini bisa menjawab sebagian keluhan nelayan di Aceh. Tadi dikeluhkan bahwa ketika hasil panen melimpah, tak ada tempat penyimpanan yang besar, tak ada pasar yang besar. Itu harus kita cari formulasi yang tepat, dan URI, dengan lembaga penelitian yang kami miliki siap membantu nelayan Aceh, ujar Micenko.
Plt. Sekda Aceh Utara Abdul Aziz mengapresiasi niat URI dan Unimal membantu pengembangan potensi pesisir kawasan itu. Ini langkah maju untuk kita ciptakan program yang bagus demi kesejahteraan nelayan,” katanya.
Workshop itu dihadiri sejumlah panglima laot, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, dan penyuluh perikanan di Aceh Utara.[](rel)



