SUBULUSSALAM – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Subulussalam laksanakan Upgrading dan Capacity Building Training (CBT) bagi Direktur dan Ustadz/Ustadzah Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Kota Subulussalam
Acara dengan mandiri tersebut sukses digelar, dan peserta juga bersemangat walaupun dalam kondisi berpuasa berlangsung Aula LPSE Kota Subulussalam selama dua hari Sabtu-Minggu 22, 23 Maret 2025.
Ketua Panitia Syumarlin Barat, S.T menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan secara mandiri dan berkontribusi Rp. 45.000-, (empat puluh lima ribu rupiah) dari peserta berjumlah 75 orang dengan Narasumber H. Marwan. Z, S.Ag.,MM (Kakankemenag Kota Subulussalam).
Berukutnyq Nasrul Padang, S. Pd. (Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan H. Amrullah, S.Hi., MA (Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatul Jannah), Ust Rahmad Hidayatullah, S.Kom (Sekretaris Wilayah LPPTKA – BKPRMI Provinsi Aceh dari Banda Aceh), Ust. Candra, S.Kom.,M.Sos (Direktur TPA Assifa) dan Jaminuddin. B, S.Pd.I.,M.Si (Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Subulussalam).
Jaminuddin B, Ketua Umum BKPRMI Kota Subulussalam menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Narasumber yang hadir dalam dua hari ini dan memberikan ilmu serta langkah strategis dalam pengelolaan TPA.
Dikatakan TPA yang merupakan pendidikan informal akan berkolaborasi dengan pendidikan formal khususnya dalam materi kemampuan membaca Al Qur’an dan materi pendidikan keagamaan lainnya.
TPA juga siap sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program pemerintah Kota Subulussalam tentang mampu membaca Al Qur’an, tentunya pasca Ramadhan akan di komunikasikan lagi dengan Dinas dan stakeholder terkait, sehingga BKPRMI mampu memberikan kontribusi terhadap Kota Subulussalam.
Wali Kota Subulussalam, M Rasyid Bancin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, memberikan apresiasi kepada para Asatidz dan Asatidzah TPA Kota Subulussalam telah ikut ambil bagian dari dunia pendidikan.
“Kami memberikan apresiasi pembelajaran informal dan setelah Ramadhan kita akan maksimalkan Perwal nomor 53 tahun 2021 tentang mampu membaca Al Qur’an bagi siswa SD dan SMP sederajat dengan berkolaborasi dengan TPA pada sore hari,” katanya.
“Kami juga menyarankan supaya izin operasional TPA itu harus ada baik dari Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah untuk Balai Pengajian dan dari Kemenag untuk TPA dan juga nomor unit dari BKPRMI,” tutupnya
Suasana dialog yang cukup hidup di antara peserta dan narasumber serta kerja sama ini akan berlanjut sehingga TPA bukan hanya pelengkap tapi ke depannya akan di maksimalkan peran dan fungsinya, serta inovasi dan kreativitas dari ustadz dan ustadzah TPA menjadi tolak ukur mengasah kemampuan santri TPA ketika masuk ke SMP atau pesantren, kata H. Amrullah, MA pada saat Dialog.
Serta penguatan Kurikulum TPA secara nasional, manajemen pengelolaan itu akan dikupas tuntas oleh Rahmad Hidayatullah, S.Kom.[]



