BANDA ACEH – Program 100 hari kerja pertama, Aminullah bersama Zainal akan melakukan konsolidasi internal di lingkungan Pemko Banda Aceh maupun dinas-dinas. Kemudian ingin berkonsolidasi dengan DPRK dan Pemerintah Provinsi sampai Pemerintah Pusat.
Hal tersebut disampaikan Aminullah selesai acara pelantikan dan peusijuek, Jumat 7 Juli 2017, di Taman Sari, Banda Aceh. Kepada awak media ia mengatakan, akan mempelajari juga standar operasional prosedur, supaya tidak meraba-raba dalam melaksanakan tugas di dalam pemerintahan nanti.
Ia menambahkan, di samping itu juga akan melakukan beberapa hal penting bagi pelayanan publik seperti masalah air bersih. Pihaknya akan tinjau ke lapangan untuk melihat dimana hal yang menjadi hambatan bagi masyarakat kota Banda Aceh.
“Kita akan lihat titik di mana hambatannya, kita juga sudah janjikan kepada masyarakat, di 2019 itu akan selesai, kita juga akan lihat daerah yang mana selama ini yang tidak pernah merasakan air bersih, permasalahannya seperti tidak sampai air kepada masyarakat, air lambat harus memakai mesin untuk tarik, ini dua kali rugi, bayar air bayar listrik lagi, masalah air yang pertama akan ditangani,” katanya.
Kemudian. tambah Aminullah, persoalan kesehatan, masalah Rumah Sakit Meuraksa akan menjadi fokus, sehingga tidak ada hambatan untuk pelayanan masyarakat, kemudian perparkiran, masalah lalu lintas, ini akan dicari solusinya.
“Yang lebih penting lagi adalah saya dalam waktu singkat, tanpa modal akan menjual Kota Banda Aceh ke dunia luar, agar wisata Banda Aceh maju pesat, contohnya seperti kita akan membuat perlombaan foto bersama di Masjid Raya Baiturrahman, kita lemparkan ke dunia sehingga mereka akan melihat Banda Aceh ini hebat, sehinga akan bangkit dari sisi ekonomi,” katanya.
Menurutnya, selama ini uang Aceh pada Sabtu Minggu keluar dari Aceh. Ia mengatakan, tidak mungkin menahan orang berangkat ke Medan, tapi akan menggantikan dengan wisata.
“Orang luar akan berwisata ke Aceh, dengan wisata halal, wisata cagar budaya dan wisata kesenian, dalam waktu singkat akan kita hidupkan,” kata Aminullah.
Ia tambahkan, pihaknya juga akan melakukan penyusunan RPJM, dalam rangka mengakomodir seluruh visi dan misi yang telah diutarakan kepada masyarakat, sehingga akan menjadi acuan ke depan dalam melaksanakan tugas.
“Untuk hal-hal lain barangkali dalam waktu dekat akan ada pertemuan Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia di Malang, ini akan menjadi kesempatan untuk mempromosikan hasil kerajinan kota Banda Aceh supaya dilihat oleh dunia luar,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan menertibkan pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh.
“Kami lihat masih banyak laporan kepada kami, ini tidak butuh biaya, hanya butuh tenaga, pikiran, butuh dukungan semua pihak, agar syariat Islam ini benar-benar berjalan, kalau ada informasi pelanggaran syariat laporkan kepada kami, kami akan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.[]
Laporan: Taufan Mustafa


