LHOKSUKON – Ketua DPP Umum Partai SIRA, Muhammad Nazar, membuka konferensi wilayah Partai SIRA Kabupaten Aceh Utara. Acara bertema revitalisasi peran partai lokal dan partai SIRA dalam pembangunan Aceh itu dilaksanakan di Aula Kesbangpol Linmas Aceh Utara di Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Minggu, 27 Agustus 2017.

Nazar dalam sambutannya mengatakan, Partai SIRA akan ikut ambil bagian dalam pemilu mendatang. Waktu yang terbatas bukanlah persoalan, karena seluruh pengurus SIRA sudah terbiasa bekerja cepat.

“Setelah lima tahun vakum dalam politik praktis, kita akan merevitalisasi kembali. SIRA ini partai lokal tertua selain Partai Aceh (PA), dan konsekuensinya langsung dari MoU Helsinki. Kita ingin SIRA masuk dalam ranah pembangunan, namun tidak memonopoli kebebasan rakyat. InshaAllah kita tidak arogan akan menghargai partai lokal lain,” ujar Muhammad Nazar, mantan Wakil Gubernur Aceh itu.

Dalam pengukuhan pengurus tersebut, Nazar berharap kursi walikota dan kursi di DPRK nantinya dominan diisi Partai SIRA.

“Partai SIRA tidak mau melayani kekerasan dengan kekerasan. Di Aceh harus ada perubahan kultur politik, kita yakin 2019 akan lebih baik. Kita akan persiapkan seluruh rakyat Aceh untuk menghadapi pembangunan Aceh masa panjang. Kita juga akan manfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan UU. Daerah lain sedang perkuatan jadi daerah otonomi khusus tanpa harus memberontak. Kita (Aceh), jangan sampai banyak mengeluarkan modal tapi hasilnya sedikit,” ujar Nazar.

Selaku Ketua DPP Umum Partai SIRA, Nazar menginginkan struktur SIRA di tingkat gampong meningkat dengan merekrut secara permanen sesuai jumlah persentase pemilih.

“Pokoknya kita rekrut sebanyak mungkin. Filosofi kita adalah kiban cara taboeh bangai (bagaimana cara kita buang bodoh). Secara umum itanyoe tanpa ta sadari ka tapeureuloh Nanggroe, wate ka icok lahan le gop baro meukarat (Secara umum kita sudah menghancurkan negara, waktu sudah diambil lahan oleh orang lain, kita baru sibuk),” kata Muhammad Nazar.[]