BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saa'duddin Djamal membuka Piasan Seni Banda Aceh 2017 bertajuk “Tempatnya Orang Kreatif”, di Taman Bustanussalatin atau Taman Sari, Banda Aceh, Jumat 19 Mei 2017.

Illiza mengatakan, selama sepuluh tahun ia bertugas bersama almarhum Mawardy Nurdin, pemerintah Kota Banda Aceh, telah meraih beberapa prestasi, termasuk kegiatan tahunan Piasan Seni, sejak 2012.

“Piasan Seni merupakan wadah ekspresi seniman di Kota Banda Aceh, yang menjadi program unggulan dinas kebudayaan dan pariwisata kota Banda Aceh. Saya mengharapkan, wali kota dan wakil wali kota serta DPRK ke depan melanjutkannya,” kata Illiza, lalu membuka acara secara resmi bersama pejabat kota lainnya. 

Seusai membuka acara, Illiza mengunjungi stan seni satu per satu. Ada 40 komunitas seni yang ikut pameran kali ini. Mereka dari berbagai unsur seni.

Saat mengunjungi stan Pedir Museum, Illiza mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan pustaka dan museum digital tentang kota Banda Aceh di dalam ruangan Bustanussalatin Taman Sari dan BMEC (Banda Aceh Madani Education Center).

“Pustaka digital tersebut mengambil data dari berbagai pustaka dan museum di dunia yang memiliki data tentang Banda Aceh,” kata Illiza.

Ketua DPRK Kota Banda Aceh, Arief Fadillah, yang mendampingi Illiza ke Pedir Museum mengatakan, akan meyakinkan wali kota baru untuk melanjutkan program Piasan Seni dan pustaka digital tersebut.

Stan Pedir Museum adalah stan seni yang tangani oleh aktivis kebudayaan Thayeb Loh Angen dan Masykur Syafruddin, kolektor benda bersejarah.

Stan ini menampilkan peta kota Banda Aceh zaman Belanda, manuskrip, foto batu nisan Aceh, koin kesultanan, dan novel Aceh 2025.[]

Video record/edititor: Lodins LA
Pemberita: Thayeb Loh Angen