SIGLI – Kadis Syariat Islam Kabupaten Pidie, Muhktar Ahmad, diduga mengabaikan saran Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan, S.E,, tentang dekorasi panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kabupaten Pidie.
Secara teknis desain panggung utama di Lapangan Caleue Kecamatan Indrajaya, mirip panggung konser musik dangdut. Padahal untuk panggung saja dianggarkan Rp 270 juta keperluan mendekorasikan panggung bernuasa islami.
Dekorasi panggung dibalut dengan kain tanpa ada motif keacehan, juga tanpa motif bernuansa syiar.
Ketika Wabup Pidie Iriawan melihat langsung persiapan tempat pelaksanaan MTQ, Jumat, 5 Agustus 2016, ia menilai panggung utama kurang bersenikan Islam dekorasinya. Saat itu juga Wabup memanggil Kadis Syariat Islam dan menyarankan agar dekorasinya harus tampak nuasa keagamaan.
“Tiangnya lebih bagus dibalut dengan banner yang dicetak khusus dengan gambar tulisan kaligrafi atau ciri khas keacehan,” katanya, sembari mengatakan, contohnya bisa dibuka di internet.
Sementara Muhktar Ahmad, menjawab permintaan Wabup bahwa itu sudah diserahkan kepada pihak dekorasi. “Jjka kita pasang banner bukan kita balut kain, cahaya lampu dalam tiang tak tembus,” kata Muhktar.
Pantauan portalsatu.com, Minggu, 7 Agustus atau sehari sebelum pembukaan, panggung utama masih mirip panggung konser. Namun dinding atau latar belakang panggung sudah ada perubahan dengan dipasang baliho bertuliskan MTQ.[]

