BLANGKEJEREN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Aceh bersama Badan Kesbangpol Gayo Lues mengadakan dialog isu aktual di Aceh tahun 2022. Acara itu dibuka Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani di Hotel Ari Nopal Blangkejeren, Kamis, 28 Juli 2022.

Dialog bertema “Membangun sinergi antara pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban di daerah” itu diikuti 20 peserta dari sejumlah unsur, seperti LSM, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan wartawan.

Wakil Bupati Gayo Lues Said Sani dalam sambutanya mengatakan perdamaian di Aceh ditempuh bersama-sama oleh seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia. Menjaga perdamaian itu merupakan tanggung jawab bersama semua pihak karena itu merupakan amanah.

“Kita harus sama-sama berpikir dan bekerja untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat Aceh. Dan konflik yang pernah terjadi antara GAM dan Pemerintah Indonesia sebelumnya harus kita jadikan pelajaran,” kata Wakil Bupati didampingi Kepala Kesbangpol Gayo Lues Muhammad Noh, S.Pd.

Setiap terjadi konflik, kata Wakil Bupati, hal itu akan membuat rugi semua pihak. Hal itu harus menjadi perhatian serius semua pihak agar ke depan tidak terjadi lagi.

Wakil Bupati juga meminta agar masyarakat selalu mengecek setiap menerima informasi. Sebab, saat ini banyak isu yang beredar di tengah masyarakat bersifat hoax, yang berakibat masyarakat tidak mempercayai pemerintah hingga bisa terjadi konflik.

M. Noh, S.Pd., Kepala Badan Kesbangpol Gayo Lues, mengatakan yang menjadi isu di Gayo Lues saat ini adalah masalah pendidikan. Banyak orang tua saat ini lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dibandingkan sekolah negeri.

“Kemudian mengenai penderesan getah pinus, kalau tidak dikelola dengan baik, kita khawatir nantinya pinus yang dideres ini ditiup angin kencang dan tumbang kepada warga yang melintas,” jelasnya.

Masalah ini, kata Kepala Badan Kesbangpol Gayo Lues, harus segera diatasi dengan membuat juknis, sehingga tidak menimbulkan korban di kemudian hari.[]