BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman diminta menyelamatkan situs-situs sejarah, khususnya di Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja. Wali Kota melalui dinas terkait juga diminta menggali cagar-cagar budaya lain di Banda Aceh untuk diselamatkan.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Zulfikar Abdullah saat menyampaikan pandangan akhir fraksinya terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Tahun Anggaran 2016, di ruang rapat paripurna dewan, Selasa, 29 Agustus 2017.

Zulfikar mengingatkan, perawatan situs-situs sejarah, khususnya di Gampong Pande sangat penting untuk mengingatkan generasi Banda Aceh ke depan bahwa disanalah titik nol dari kota Banda Aceh. Apalagi, menurut Arkeolog nisan-nisan yang terdapat di Gampong Pande berusia lebih tua dibandingkan nisan di Samudera Pasai dan Peureulak.

“Walaupun kita tahu ada proyek Instalasi Pembuangan Air Limbah yang sedang dikerjakan di tempat tersebut, tapi kita menilai belum terlambat agar proyek itu digeser ke tempat lain demi menghargai situs sejarah,” ujar Zulfikar.

Zulfikar melanjutkan, dengan berbagai fakta sejarah masa lalu serta banyaknya nisan dan makam bersejarah di lokasi tersebut, sudah sewajarnya Gampong Pande mendapat perlindungan dari semua pihak. Ini untuk mengungkap sejarah kebesaran Aceh sebagai sebuah Kerajaan Islam yang besar dan banyak memberikan sumbangan kepada peradaban dan pemikiran dunia.[](rel)