BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, PYM Malik Mahmud Al Haytar mengatakan masih banyak hal yang harus dibenahi meski Aceh sudah 11 tahun dalam damai pascakonflik bersenjata.
“Sebelas tahun perdamaian yang sudah kita jalani, tapi masih banyak hal-hal yang belum tercapai,” kata Malik Mahmud dalam sambutannya di acara peringatan 11 tahun penandatangan MoU Helsinki di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, 15 Agustus 2016.
Salah satu masalah yang masih belum selesai pascadamai adalah soal kesejahteraan. Terkait hal ini, Wali Nanggroe meminta kepada berbagai pihak, khususnya Pemerintah Aceh untuk menciptakan lapangan kerja.
Dalam pidatonya itu, Wali turut mengajak semua pihak untuk merawat dan menjaga perdamaian. Ia mengatakan dengan kebersamaanlah prestasi tinggi dapat tercapai.
“Tanyoe harus meusaboh. Bak duk bak dong sapeu pakat, sang seneusab meu adoe A,” kata Malik.
Malik juga meminta pemerintah RI untuk menyelesaikan persoalan antara Jakarta dan Aceh. Salah satu yang ia sebutkan adalah soal turunan UUPA dan persoalan bendera dan lambang Aceh.[](bna)


