IDI RAYEK – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Peusada Aceh Timur di tiga kecamatan meliputi Nurussalam, Simpang Ulim, dan Pante Bidari, mengaku kecewa pada pelayanan PDAM setempat. Pasalnya selama bulan Ramadan perusahaan air minum daerah tersebut menyuplai air keruh.

“Suplai air dari PDAM  ke rumah kita keruh bagaikan kopi susu. Kalau kita lihat  seperti air sungai saat banjir,” kata Ilyas,  warga Desa Teupin Pukat Kecamatan Nurussalam Aceh Timur, kepada  portalsatu.com, Rabu, 15 Juni 2016.

Menurut Ilyas ,selama bulan Ramadan ini pelayanan PDAM kurang maksimal, selain kualitas air yang tidak bagus waktu suplai airnya juga dimulai pada  tengah malam.

“Kita mesti menunggu suplai air PDAM pada tengah malam sama kayak kita menunggu sahur, apalagi jika rumah tidak ada bak penampungnya kalau kita agak bangun kesiangan pasti tidak ada air lagi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Nurhayati, seorang IRT asal Kecamatan Simpang Ulim. Mestinya kata dia, pada bulan Ramadan seperti ini PDAM bisa memberi pelayanan yang baik, apalagi selama ini dia mengakui membayar iuran secara rutin.

“Seharusnya PDAM Aceh Timur yang telah berumur puluhan tahun itu, dapat meningkatkan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Pemerintah Aceh Timur seharusnya memprioritaskan kepentingan masyarakat bawah, kami tidak hanya mengunakan secara gratis air tersebut,” kata Nurhayati yang mengaku telah berlangganan dengan PDAM selama lima tahun itu.

Sementara itu secara terpisah , Direktur PDAM Tirta Peusada Aceh Timur Razali Budiman, saat dihubungi via telepon selularnya menjelaskan, keruhnya suplai air PDAM ke pelanggan disebabkan masuknya air sungai yang keruh saat Unit Pengolahan Air di Kecamatan Pante Bidari saat beroperasi.

“Namun bisa juga keruhnya air disebabkan adanya  perbaikan pipa di jalan, akibat penggalian jalan juga mengakibatkan airnya keruh sebentar, tapi kita upaya ke depan hal tersebut tidak terjadi lagi,” katanya.[](ihn)