TAKENGON – Warung di seputaran Pasar Pagi Paya Ilang, Kota Takengon, Aceh Tengah, dipadati pengunjung. Arah pandang mereka sejalur. Menatap televisi yang menempel di dinding, Selasa, 3 Januari 2016.

Antusias dan kekompakan itu bak siaran langsung piala dunia. Namun kali ini berbeda, belakangan diketahui, mereka sedang mengikuti siaran berita sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Antusiasme masyarakat di dataran tinggi Gayo mengikuti sidang dugaan penista agama yang menjerat Ahok itu cukup tinggi.

Di sejumlah warung kopi di Takengon, Aceh Tengah, warga terlihat kompak menyaksikan sidang lanjutan yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional.

Beragam komentar tentang kasus itu juga berkembang. Ada pro dan kontra dalam menanggapi kasus dugaan penista agama itu.

Adapula sebagian menilai sikap Ahok telah melecehkan agama, dan apa juga di antaranya yang berpendapat kasus itu beraroma pilitik.

“Pue politik-politik, koen dikhoek (ketuk palu) laju. Pue dipreh lom, atra ka jeulah salah,” kata Saiful yang terlihat geram saat menyaksikan siaran langsung sidang Ahok di salah satu warung kopi.[]