IDI RAYEK – Ramlan, 42 tahun, warga Desa Buket Dindeng, Aceh Timur, menemukan satu unit tabung pelontar di perkebunan warga, Selasa, 2 Februari 2016. Tabung pelontar panjang 20 centimeter dengan diameter 5 centimeter ini diduga merupakan sisa konflik Aceh.
“Diperkirakan masih aktif,” ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Julok, AKP Nurmansyah, kepada portalsatu.com, petang tadi.
Dia mengatakan Ramlan menemukan tabung pelontar ini di lahan perkebunan warga, tepatnya di Dusun CV 5 Desa Buket Makmu, Kecamatan Julok sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Ramlan sedang membabat rumput untuk menanam jahe di lokasi.
“Setelah menemukan TP (tabung pelontar-red) tersebut, Ramlan dengan segera memberitahukan kepada petugas Babinkamtibmas Desa Buket Dindeng, Brigadir Syafruddin,” katanya.
Polisi yang kemudian mendapatkan laporan, langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan tabung pelontar tersebut. Mereka turut didampingi oleh satuan Jihandak Brimob Aramiyah.
“Pukul 14.00 WIB, handak (bahan peledak-red) telah dievakuasi oleh tim Jihandak dan telah dibawa ke Brimob Aramiyah,” kata Nurmansyah.[](bna)


