Cermati kalimat berikut, Mari kita menjaga hutan sebagai warisan anak cucu kita. Jika kita lihat sepintas, tak ada yang salah dengan kalimat itu. Namun, bila dilihat secara detail, ada beberapa kesalahan yang perlu diluruskan.
Kata waris berasal dari bahasa Arab yang bermakna orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal (Periksa Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dalam bahasa Indonesia kata waris dengan makna tersebut tidak digunakan, kecuali dalam gabungan kata ahli waris. Dari kata waris dalam bahasa Indonesia dapat dibentuk mewariskan dan mewarisi. Maknanya adalah memberikan harta (warisan), sedangkan makna mewarisi adalah menerima harta (warisan).
Mewariskan dapat pula dibentuk menjadi pewaris yang berarti yang memberikan harta (warisan). Selain itu, dari kata mewariskan dapat juga dibentuk pewarisan, berarti proses mewariskan; dan nomina yang di-kan yaitu warisan dalam arti yang diwariskan.
Dari kata mewarisi terbentuk pewaris dengan makna yang menerima harta (warisan); nomina proses, yaitu pewarisan yang berarti proses mewarisi, dan nomina yang di-i, yaitu warisan dalam arti yang diwarisi.
Berdasarkan penjelasan tersebut, frase warisan nenek moyang berarti yang diwariskan oleh nenek moyang, dan warisan anak cucu berarti yang diwarisi oleh anak cucu.
Harusnya, agar warisan anak cucu lebih jelas maknanya, penggunaan kata untuk pada bentuk tersebut ditulis secara eksplisit agar bernalar.


