LHOKSEUMAWE – Fraksi Partai Aceh (PA) memiliki anggota paling banyak di DPR Aceh. Lantas, sebaiknya F-PA menjadi oposisi atau turut mendukung pemerintahan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah?
“Saya kira lebih baik untuk kepentingan rakyat Aceh dan kepentingan Partai Aceh, mereka beroposisi. Karena jika beroposisi akan terjadi check and balance of power antara pihak yang memerintah dengan yang berada di legislatif,” kata Sosiolog Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Nirzalin, M.Si., dihubungi portalsatu.com/, Jumat, 28 April 2017, malam.
Menurut Nirzalin, kekuasaan itu kalau tidak ada yang melakukan oposisi, akan cenderung dominan. Itu sebabnya, kata dia, untuk membuat satu keseimbangan kekuasaan, sehingga kemudian orang yang memerintah itu terjaga visinya, terjaga garis kebijakan pembangunan ke arah masyarakat, maka harus ada pihak yang beroposisi.
“Di sini, yang sangat strategis untuk beroposisi itu ya Partai Aceh,” ujar Doktor Sosiologi lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.[]
Baca juga:
“Banyak Anggota DPRA Terkotak Dengan Kepentingan Pragmatis Partai”
Gaji Hingga Fasilitas Mewah DPRA, Apa ‘Balasan’ Setimpal Kepada Rakyat?

