BANDA ACEH – Tansportasi air aliran Krueng Aceh yang dicanangkan pemerintah Mawardy-Illiza terbengkalai sampai kini. Dalam penyiapannya, pemerintah telah mengucurkan belanja miliaran Rupiah.

Namun, sejak Almarhum Mawardy Nurdin kurang sehat, pembangunan program tersebut tersendat. Dan setelah Mawardy meninggal dunia, program itu ditinggalkan oleh pemerintah setelahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Partai Demokrat Banda Aceh, Yudi Kurnia, mengatakan, mestinya pemko lebih aktif mencari investor-investor yang melayani angkutan sepanjang Kreung Aceh.

“Sayang kalau investasi dermaga-dermaga di sepanjang Kreung Aceh yang sudah dibuat pemko dan pemerintah Aceh milyaran Rupiah terlantar begitu saja,” kata Yudi, di Banda Aceh, Minggu 3 April 2016.

Mantan Ketua DPRK Banda Aceh mengatakan, kalau perlu investasi pelayanan angkutan Krueng Aceh ini dimulai oleh pemko terlebih dahulu, sehingga memicu pengusaha-pengusaha yang berminat di bidang itu.

“Untuk tahap awal berikan fasilitas dan kemudahan dalam hal apapun, nanti setelah berkembang baru di pikirkan PAD yang didapat,” kata Yudi.[]