BANDA ACEH – Zulfahmi MD dan Rafika Rahma, delegasi Pramuka Aceh pada Dialogue for Peace yang digelar Kwarnas Gerakan Pramuka bersama Asosisasi Pramuka Dunia (World Scouting) yang berlangsung di Cibubur, Jakarta, 7-10 Maret 2025.
Zulfami merupakan delegasi Pramuka Aceh dari unsur Anggota Dewasa Pramuka, dan Rafika Rahma, utusan peserta didik.
Zulfahmi kepada portalsatu.com/, Selasa, 11 Maret 2025, mengatakan Dialogue for Peace merupakan program Gerakan Pramuka untuk menciptakan budaya perdamaian melalui interaksi sehari-hari dan menghargai perbedaan.
“Ini program Pramuka Dunia bagian dari The Better World Framework dan The Scouts Global Network inisiatif World Organization of the Scout Movement (WOSM),” kata Zulfahmi.
Zulfahmi menambahkan kegiatan itu bertujuan untuk membekali anggota Pramuka dengan keterampilan berdialog secara konstruktif, memperkuat toleransi, serta menjadi duta perdamaian.
“Setelah training Dialogue for Peace, para delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia dan perwakilan Filipina akan memfasilitasi dialog perdamaian efektif di daerah masing-masing,” sebut Zulfahmi.
Menurut Zulfahmi, dialog itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang toleran, harmonis, dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
“Kegiatan itu juga untuk membangun budaya perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat melalui project SDGs Scout,” tutur Zulfahmi.
Zulfahmi menyebut Dialogue for Peace menjadi tuntutan adaptasi setiap anggota Pramuka seluruh dunia, sebagai agen perdamaian dalam membangun kehidupan harmonis berdampingan untuk dunia yang lebih baik.[](A.Halim)




