BANDA ACEH – Zulfikar, anak almarhum panglima GAM Sagoe Teungku Chik Di Mon Lhok Daerah II Teungku Di Cot Plieng Wilayah Samudra Pasee, menyikapi terkait tidak berkibarnya bendera bintang bulan pada tanggal 30 April ini.
“Ini sungguh sangat meyakitkan hati kami para anak syuhada Aceh, dan kepada Gubernur Aceh, tunggu saja tanggal mainnya,” kata Zulfikar dalam siaran persnya.
Zulfikar mengatakan, Gubernur Aceh sudah tidak rasional lagi dalam menjalankan fungsinya selaku kepala pemerintah Aceh yang menjalankan amanah rakyat.
“Sudah sangat jelas bendera bintang bulan sudah bisa dituangkan dalam lembaran daerah untuk dikibarkan di seluruh instansi yang ada di Aceh, tapi hal ini tidak pernah dilakukan oleh gubernur, kami sudah siap melawan dan melakukan apa saja untuk bendera bintang bulan itu bisa segera dikibarkan meskipun di penjara dan nyawa taruhannya,” katanya.
Dengan tidak ada sebuah kepastian dari Gubernur Aceh perihal bendera bintang bulan, kata dia, maka bisa dipastikan Abu Doto ka geupakat muprang ngen kamoe aneuk syuhada Aceh.
“Jadi preh manteng peurte aneuk miet nyoe akan jipeurayek droe,'' katanya.
Zulfikar meminta dpra untuk tetap mempertahankan bendera bintang bulan sebagai bendera yang sah untuk dikibarkan di seluruh penjuru Aceh.
“Jangan sampai ada niat dari DPR Aceh selaku wakil rakyat kami di parlemen untuk mengubah sedikitpun bendera Aceh tersebut. Siapapun yang berani mengubah bendera bintang bulan sebagai bendera Aceh maka bisa dipastikan dia adalah penghianat masyarakat Aceh,'' kata Zulfikar.[]

