Raksasa investasi dunia, Credit Suisse, baru saja merilis laporan tahunan Global Wealth Report. Dalam laporan terbaru disebutkan bahwa

Rata-rata kekayaan orang dewasa Indonesia naik empat kali lipat dalam periode tahun 2000 hingga pertengahan 2018 atau hampir 18 tahun belakangan. Namun, ketimpangan tercatat tinggi dengan total 46,6 persen kekayaan adalah milik 1 persen penduduk terkaya.

Demikian disebutkan dalam laporan laporan tahunan Global Wealth Report yang baru saja dirilis Credit Suisse, raksasa investasi dunia.

Credit Suisse memaparkan rata-rata kekayaan penduduk dewasa Indonesia saat ini berada di level US$ 8.920 per orang, meningkat empat kali lipat dari level US$ 2.370 per orang pada tahun 2000. Peningkatan pesat terjadi sebelum krisis finansial global tahun 2008, setelah itu melambat. Rata-rata kekayaan tersebut 27 persen lebih tinggi dibandingkan India. Namun 11 prsen di bawah Thailand dan hanya sepertiga dari Malaysia.

Bila diperhitungkan dalam dolar AS, kekayaan sempat melonjak setelah krisis 2008, tapi kemudian stagnan. Sementara itu, bila dihitung dalam rupiah, kekayaan tercatat naik berkisar 6 persn per tahun sejak 2010, tapi sebagian besar karena penyesuaian inflasi.

Dengan perkembangan tersebut, Credit Suisse mencatat sebanyak 85,4 persen (145 juta orang) dari total 170 juta penduduk dewasa Indonesia memiliki harta kurang dari US$ 10 ribu atau Rp150 juta, melebihi persentase di tingkat global yaitu 63,9 persen. Sementara itu, sebanyak 13,7 persen (23 juta orang) memiliki harta antara US$ 10 ribu – US$ 100 ribu atau Rp150 juta – Rp1,5 miliar, lebih rendah dari persentase global 26,6 persen.

Sebanyak 0,8 persen (1,3 juta orang) memiliki harta berkisar US$ 100 ribu – US$ 1 miliar atau Rp1,5 miliar ­– Rp15 miliar, juga lebih rendah dari persentase global yaitu 8,7 persen.

Terakhir, sebanyak 0,1 persen (133 ribu orang) memiliki harta di atas US$ 1 miliar atau Rp15 miliar, di bawah persentase global 0,8 persen.

Meskipun jumlah penduduk dengan penghasilan di atas US$ 100 ribu atau Rp1,5 miliar terbilang sedikit dibandingkan yang berpenghasilan di bawahnya, Credit Suisse mencatat kekayaan dari 1 persen penduduk terkaya mencapai 46,6 persen dari total kekayaan penduduk Indonesia.

Persentase tersebut masuk jajaran nomor lima paling tinggi di antara 40 negara dalam laporan Credit Suisse. Persentase tersebut berada di bawah India (51,5 persen), Turki (54,4 persen), Rusia (57,1 persen), Thailand (66,9 persen).

Adapun, kekayaan orang Indonesia masih didominasi oleh aset non-finansial, meskipun aset finansial tercatat naik dua kali lipat sejak tahun 2000. Di sisi lain, utang pribadi diestimasi hanya berkisar US$ 736 per orang atau hanya 8 persen dari total aset, terbilang rendah dalam standar internasional.

Penulis: Martha Ruth Thertina.[]Sumber: katadata.co.id