BANDA ACEH – Realisasi keuangan APBA tahun 2017 tampak masih lelet meski sudah 11 bulan berlalu. Dari total APBA Rp14,911 triliun, sampai berakhirnya November 2017, realisasi keuangan ‘hanya’ 68,1 persen.

Selain keuangan, realisasi fisik baru 75 persen juga gagal mencapai target. Target sampai 30 November 2017, realisasi keuangan mencapai 85 persen dan fisik 90 persen. Artinya, deviasi keuangan -16,9 persen dan fisik -15 persen. Data itu dikutip portalsatu.com/ dari p2k-apba.acehprov.go.id, 2 Desember 2017.

Sebanyak 15 Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), realisasi keuangannya masih di bawah 60 persen. Bahkan, sejumlah SKPA realisasi keuangannya belum sampai 35 persen.

Berdasarkan data pantau lelang APBA, sebanyak 490 paket atau 34 persen dari 1.472 paket lelang umum, realisasi fisiknya masih di bawah 75 persen. Sementara data pantau lelang Otsus menunjukkan, 309 paket atau 15 persen dari 2.093 paket lelang umum, realisasi fisiknya di bawah 75 persen.

Realisasi keuangan 68,1 persen dan fisik 75 persen itu hanya bertambah masing-masing 2,4 dan 5 persen dari kondisi enam hari sebelumnya. Hasil pantauan sebelumnya, realisasi keuangan sampai 24 November baru 65,7 persen dan fisik 70 persen. Apabila Pemerintah Aceh menargetkan realisasi keuangan sampai akhir Desember mencapai 95 persen, maka dalam sisa tahun anggaran 2017 ini harus direalisasikan sekitar 27 persen lagi.

Baca: Sisa Tahun Anggaran Sebulan Lagi, Realisasi Keuangan APBA?

“Waktu (sisa tahun anggaran 2017) sudah sangat singkat. (Masih) besarnya sisa anggaran yang belum dimanfaatkan tentu akan berakibat banyak kegiatan yang tidak bisa direalisasikan. Akibatnya akan ada calon penerima manfaat dari kegiatan tersebut yang tidak bisa merasakan dampak positif dari aktivitas pembangunan,” ujar Rustam Effendi, pengamat ekonomi Unsyiah dalam wawancara dengan Taufan Mustafa dari portalsatu.com/ lewat telepon seluler, 16 November lalu.

Lihat pula: Ini Kata Pengamat Soal Pertumbuhan Ekonomi Aceh dan Pengangguran[](idg)