SIGLI – Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM-PA) atau Mapala Jabal Everest Universitas Jabal Ghafur Sigli melakukan kegiatan pendidikan lanjutan (Dikjut). Sebanyak 13 peserta akan dilatih selama 10 hari di Gunung Apui, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie.

Kegiatan dalam rangka pendidikan lanjutan Divisi Gunung Hutan (mountaineering) merupakan salah satu kewajiban anggota baru yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Panitia kegiatan, Muhammad Alfarizi, mengatakan pendidikan lanjutan itu untuk menambah wawasan dan skill bagi peserta terutama dalam hal navigasi atau pemetaan. Ilmu ini sangat diperlukan bagi mereka agar tidak terjadi hal – hal di luar nalar, seperti tersesat atau hilang dalam hutan. 

“Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita dibantu oleh peta, kompas dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan, menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan,” ujar Alfarizi, Ahad, 1 Maret 2020.

Kegiatan pendidikan lanjutan yang bertempat di Gunung Apui, 1 hingga 10 Maret 2020 diikuti 13 antara lain 9 anggota muda dan 4 pendamping (supervisor, co-supervisor dan Diklat serta pendamping tim Putri). 

Adapun peserta mengikuti kegiatan Rizki Gebrina (Terjang) mahasiswa Fakultas Pertanian, Aufa Firdaus (Catan) Fakultas Hukum, Muhammad Sayuti (Bogang), M. Pria Al Ghazi (Tuma), Muksalmia (Hingbe) dan Noval lutfi (Bilos) mahasiswa Teknik Informatika S1, Ramadani (Singkil), Maulina (Carvum) dan Putra Lajuna (Pitok) mahasiswa Fakultas Ekonomi yang merupakan mahasiswa semester satu. Selain mereka, juga ditemani Muhammad Alfarizi sebagai Supervisor, Fakhrurreza selaku Diklat dan Rizki Azman sebagai Co-Navigator serta Fitriani.

“Sebelum ke lapangan, mereka juga sudah kami bekal ilmu navigasi dan manajemen gunung hutan,” tambah Fakhrur Reza selaku Diklat.[](rilis