BANDA ACEH – Sebanyak 13 Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) berstatus ‘rapor merah’ lantaran realisasi keuangan APBA 2017 masih rendah. Sementara itu, sebanyak 995 paket proyek sumber dana Otsus sampai sekarang belum dilelang.
Dikutip portalsatu.com/ dari p2k-apba.acehprov.go.id, realisasi keuangan APBA tahun 2017 per SKPA sampai 2 Juni (kemarin) baru 22,3 persen dari total pagu Rp14,733 triliun.
Adapun 13 SKPA ‘rapor merah’, empat di antaranya realisasi keuangan di bawah 8 persen: DKP (5,8 persen), Pengairan (4,4), Dayah (3,5), dan Perkim (2,4). Enam SKPA realisasi keuangan di bawah 12 persen: Budpar (10,7), Bpsdm (10,6), Tanah (9,5), Arpus (8,7), Esdm (6,7) dan Dinkes (5). Tiga SKPA realisasi keuangan di bawah 16 persen: Bpba (15,2), Rsj (14,1) dan Bra (9 persen)
Berdasarkan data Pantau Lelang APBA, dari total 1.838 paket/Rp2,97 T/41 SKPA, lelang umum 1.654 paket/Rp2,75 T/39 SKPA. Belum upload (belum dimulai proses lelang) mencapai 866 paket/42 persen. Paling banyak Perkim (290 paket), Disdik (153), dan Tanbun (77). Sejumlah SKPA lainnya 1-47 paket.
Sudah tanda tangan (TT) kontrak hanya 463 paket/28 persen. Sisanya sudah upload dan umumkan pemenang.
E-Catalog/PKL 184 paket/Rp219 M/28 SKPA. Belum proses 85 paket/46 persen. Paling banyak Disdik 43 paket. Sejumlah SKPA lainnya 1-9 paket.
Data Pantau Lelang Otsus Kabupaten/Kota 2017, dari total 2.243 paket, lelang umum 2.135 paket. Belum upload 995 paket/47 persen. Yakni, Atam 95 (paket), Agara 86, Atim 83, Nagan 79, Ateng 71, Asel 69, Ajay 58, Bener 56, Abes 53, Sml 52 paket. Sejumlah kab/kota lainnya 10-49 paket. Sementara yang sudah TT kontrak hanya 431 paket/20 persen.
E-Catalog/PKL108 paket/21 kab-kota, belum proses 70 paket/65 persen, sudah proses 23 paket/21 persen, dan TT kontrak 15 paket/14 persen.[](idg)



