SIGLI – Sebanyak 15.163 keluarga miskin di Kabupaten Pidie mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan. Tiap-tiap keluarga mendapatkan 1.890.000 per tahun yang disalurkan 4 tahap secara nontunai. Bantuan pemerintah tersebut sebagai langkah menuntaskan masalah sosial, terutama bidang pendidikan dan gizi.
Adapun penerima PKH tersebar di 732 gampông dari 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie. Mereka semua merupakan keluarga kategori kelas bawah sehingga mendapatkan kehidupan lebih layak serta dapat mengenyam pendidikan.
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah, T.M. Daud, Selasa, 1 Agustus 2017 menyerahkan secara simbolis bantuan PKH berupa buku rekening dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada 1.200 keluarga di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Penyerahan tersebut sebagai launching penyaluran nontunai agar masyarakat mudah menariknya tanpa mengantre di bank seperti selama ini.
Penyaluran bantuan sosial secara nontunai merupakan terobosan besar pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan kendala yang timbul seperti saat bantuan sosial disalurkan secara tunai. Lewat nontunai pemerintah berharap bantuan sosial dapat memenuhi ketepatan, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat administrasi, kata Fadhlullah dalam sambutannya.
Selain untuk memudahkan penerima, menurut Wabup juga, program nontunai merupakan langkah transformasi yang strategis karena sasaran program keuangan inklusi adalah kelas bawah yang kerap belum melek industri keuangan perbankan.
Di pengujung sambutannya, ia selaku pimpinan Pemerintah Kabupaten Pidie berharap kepada penerima, bantuan itu dapat dipergunakan dengan bijak untuk keperluan sekolah dan kebutuhan gizi anak-anak supaya sehat dan cerdas.
Kebutuhan utama untuk pendidikan dan gizi anak-anak. Selebihnya bisa ditabung, ketika suatu saat dibutuhkan dapat ditarik, harap Fadhlullah yang juga bekas koordinator PKH dua provinsi itu.[] (*sar)



