LHOKSUKON – Lembaga Peduli Duafa Aceh (LPDA) mencatat sedikitnya ada 16 kasus pasien penyakit kronis meninggal dunia di Aceh sepanjang Januari-Juni 2017. Pasien itu berasal dari keluarga miskin alias duafa.

“Tahun 2017 ini, terdapat 16 pasien miskin yang menderita penyakit kronis meninggal dunia di Aceh. 10 di antaranya berasal dari Aceh Utara dan Lhokseumawe. Mereka adalah pasien yang kita dampingi,” ujar Musfendi, Ketua Umum LPDA kepada portalsatu.com, Kamis, 15 Juni 2017.

Musfendi menyebutkan, LPDA mulai 2017 fokus pada program pendidikan dan kesehatan warga miskin atau duafa. Sementara pada 2015, kegiatan yang dilakukan LPDA bersifat umum, termasuk membangun rumah bagi kaum duafa, menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam, menyantuni lansia, dan lainnya.

“Sejauh ini ratusan janda miskin, orang tua jombo atau lanjut usia, fakir miskin, anak yatim, penyandang cacat, sakit kronis, mendapatkan bantuan alat kesehatan hingga rumah layak huni yang telah didampingi LPDA,” kata Musfendi.

Musfendi mengatakan, selama Ramadan, LPDA juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, termasuk mengunjungi jamaah sulok (jemaah suluk), serta mengantarkan bahan untuk sahur dan berbuka puasa.

“Kita juga telah menggelar khitanan massal dengan jumlah peserta mencapai 94 anak, dan buka puasa bersama kaum duafa, serta menyalurkan 500 paket seragam sekolah untuk anak kaum duafa yang ayahnya sakit kronis, lumpuh, cacat dan anak yatim yang belum mendapat beasiswa,” pungkas Musfendi.[] (*sar)