LHOKSUKON – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf atau Sidom Peng turun ke sejumlah lokasi banjir, Sabtu, 2 Desember 2017. Menurut Sidom Peng, dari 17 kecamatan yang dilanda banjir, terparah terjadi di tiga titik, yaitu, Gampong Tanjong Masjid, Kecamatan Samudera, Gampong Alue Thoe, Kecamatan Matangkuli dan sebagian Kecamatan Pirak Timu.
“Di Samudera banjir terjadi akibat jebol tanggul di Tanjong Masjid, satu rumah hilang terbawa banjir. Di Alue Thoe, Matangkuli, ketinggian air sekitar 1,5 meter, demikian juga di Kecamatan Pirak Timu. Saya juga sudah melihat langsung banjir di Gampong Rayek Kuta, Kecamatan Tanah Luas,” ujar Sidom Peng ditemui portalsatu.com/ di Rayek Kuta, Tanah Luas.
Sidom Peng menjelaskan, terdapat tujuh titik posko pengungsi, empat titik di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu, dua titik di Kecamatan Samudera, dan satu titik di Kecamatan Tanah Luas.
“Saya lihat jembatan di gorong-gorong Rayek Kuta mengkhawatirkan ketika dilintasi kendaraan warga, mengingat ketinggian air di lokasi melebihi lutut dan menutup jembatan yang belum selesai dikerjakan itu. Jembatan itu sudah setahun lebih dikerjakan belum siap juga. Jembatan ini sudah pernah memakan korban jiwa, ada yang meninggal,” ujar Sidom Peng.
Sidom Peng menyebutkan, ia sudah menghubungi pihak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan meminta agar menempatkan dua petugas di lokasi jembatan tersebut, untuk mengarahkan warga yang melintas, terutama mobil dan truk.
“Dari hasil laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, terdapat 17 kecamatan di Aceh Utara yang dilanda banjir. Rata-rata akibat air kiriman dari Bener Meriah, tapi ada juga akibat curah hujan tinggi,” pungkas Sidom Peng.
Ditemui di lokasi yang sama, Aiyub, warga Gampong Rayek Kuta mengatakan, “Jembatan di gorong-gorong sawah ini dibangun tahun 1975. Karena sumbat, jembatan baru direhab, tapi sudah lebih setahun tak kunjung selesai. Sering mobil dan sepeda motor jatuh ke dalam jembatan, bahkan ada yang meninggal dunia.”
Di Rayeuk Kuta juga terlihat Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar dan sejumlah anggota Search and Rescue (SAR).[]



