LHOKSEUMAWE – Tim 1818 FC Lhokseumawe siap memanaskan turnamen sepak bola memperebutkan Piala Kapolres Lhokseumawe Tahun 2025 dalam rangka memeriahkan HUT ke-79 Bhayangkara.
Kejuaraan sepak bola itu digelar di Stadion Krueng Mane, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara mulai 1 Juli 2025. Laga kesebelasan 1818 FC Lhokseumawe versus Tim Arie98 FC akan berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025.
1818 FC Lhokseumawe memastikan tampil dengan kekuatan penuh para pemain muda lokal yang merupakan aneuk muda bineh laot (anak muda pesisir) Pusong, Lhokseumawe.
Tim diarsiteki oleh Jefri Bulek (JB) akan diperkuat oleh Razi, Halim Etam, Riki Cole, Raju, Sanju, Putra, dan sederet pemain muda berbakat lainnya.
Wakil Presiden 1818 FC, Reza Palepi, Sabtu, 28 Juni 2025, mengungkapkan timnya akan masuk ke lapangan hijau bukan sekadar untuk bertanding. Akan tetapi, mengobarkan semangat juang dengan energi serangan sedahsyat ombak laut dan pertanahan sekuat batu karang untuk memenangkan laga.
“Kami menurunkan kekuatan penuh, dipadu dengan darah muda lokal yang siap membuktikan diri di lapangan,” kata Reza Palepi dalam keterangannya.

[Logo 1818 FC Lhokseumawe. Foto: Istimewa]
Reza menegaskan, “Ini bukan sekadar pertandingan, ini tentang harga diri dan masa depan sepak bola Lhokseumawe. 1818 FC berdiri di garis depan, membawa semangat juang pemuda dan kecintaan pada tanah kelahiran”.
Dia menyampaikan tim 1818 FC akan tampil dengan komposisi pemain muda lokal berbakat yang telah digembleng dalam latihan intens dan disiplin tinggi. “Mereka bukan nama besar di media, tapi mereka besar di hati masyarakat. Tidak hanya datang untuk memberi perlawanan kami siap untuk mengambil alih permainan”.
“Kami menghormati Arie98 FC sebagai lawan, tapi kami juga tahu sepak bola bukan tentang nama, tapi tentang nyali. Di atas rumput hijau nanti, pengalaman akan diuji oleh semangat, dan kami percaya tidak ada yang lebih berbahaya dari tim yang bermain untuk kota dan untuk masa depan,” ungkap Reza.
Reza menyatakan 1818 FC tidak datang dengan sorotan kamera, tapi dengan keyakinan. “Laga ini bukan soal siapa lebih dikenal, tapi siapa lebih siap. Dan kami siap,” pungkasnya.[]





