BANDA ACEH – Sekolah Hamzah Fannsuri (SHF) kembali membuka Kelas Sastra dan Perkabaran. Kali ini Angkatan III, setelah Angkatan I dan II pada tahun 2015.

Hal itu ditentukan di dalam rapat yang dibuat oleh ASHaF (Alumni Sekolah Hamzah Fansuri) di kantin Smea, Lampineung, Banda Aceh, Rabu malam 3 Agustus 2016.

“Sebagaimana periode lalu, kali ini kita terima peserta sekira 10 orang. Kali ini, tiga orang berstatus mahasiswa, selebihnya pelajar dari dayah sekaligus panti asuhan. Hari pertama belajar akan dilangsungkan pada Jumat 19 Agustus di Taman Unsyiah Darussalam atau Hutan BNI kota,” kata Sekretaris ASHaF, Teuku Mukhlis.

Mukhlis mengatakan, kelas ini akan memandu beberapa bidang, di antaranya, menulis berita dalam bentuk straight news dan feature, menulis esai, dan cerpen atau novel. Diperkirakan, kelas kali ini akan memakan waktu 20-30 pertemuan, setiap pekan akan ada dua pertemuan.

“Alumni angkatan lalu, tiga orang di antaranya kini menjadi wartawan di dua media yang berpusat di Banda Aceh,” katanya dalam rapat yang dihadiri beberapa orang dari Angkatan I dan II.

Sebagaimana diketahui, SHF didirikan oleh Thayeb Loh Angen pada tahun 2013 bersama Mirza Putra dengan nama Institut Sastra hamzah Fansuri, kemudian berhenti. Lalu dihidupkan kembali pada tahun 2015 bersama Muhajir dengan nama Sekolah Hamzah Fansuri, dan berlanjut sampai sekarang. SHF melangsungkan kegiatan belajar secara cuma-cuma (gratis).[]