SUBULUSSALAM – Sebanyak 205 guru yang selama ini mengabdi di sejumlah SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam mengikuti ujian tulis untuk memperebutkan formasi berjumlah 170 kursi. Ujian berlangsung di SMPN1 Simpang Kiri, Selasa, 20 Juni 2017.
“Diterima 170 orang, jumlah peserta ikut ujian 205,” kata Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam, Jaminuddin didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hermaini kepada portalsatu.com di sela-sela memantau pelaksanaan ujian.
Ia mengatakan, panitia penerimaan guru kontrak terdiri dari tim terpadu melibatkan unsur Dinas Pendidikan, Komisi D DPRK, MPD Subulussalam, Koordinator Pengawas dan PGRI.
“Pembentukan tim terpadu ini sebagai langkah membendung indikasi dugaan calon titipan dari pihak-pihak tertentu untuk diluluskan. Kita komit penerimaan ini harus bersih, yang lulus, benar- karena kemampuan,” kata Jaminuddin.
Jaminuddin menjelaskan, guru kontrak yang dibutuhkan sebanyak 220 kursi, 50 K2 sudah menjadi prioritas, mereka tidak mengikuti ujian lagi, ditambah 170 guru akan lulus seleksi nantinya.
“Semua peserta ujian hadir, sebanyak 205 terdiri guru SD sebanyak 158 dan 47 guru SMP,” ujar Jaminuddin.
Ia menegaskan, jika ada indikasi manipulasi Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) oleh sejumlah oknum, maka peserta tersebut dipastikan otomatis gugur.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, Hermaini mengajak semua pihak mengedepankan prasangka baik karena panitia terpadu sebagai upaya meminimalisasi perekrutan yang tidak sehat.
“Ikuti tes sesuai aturan dan prosedur, jangan berpikir kalau jalur lobi atau intrik di luar prosedur bisa menjadi dasar kelulusan, tidak ada jaminan itu,” tegas Hermaini sambil menambahkan hasil tes diumumkan pada 22 Juni 2017.[] (*sar)



