Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
Beranda23-11-2016: Realisasi Belanja...

23-11-2016: Realisasi Belanja 55,77 Persen

LHOKSEUMAWE – Dalam Perubahan APBK (P-APBK) Lhokseumawe tahun 2016, alokasi anggaran pendapatan senilai Rp1,16 triliun lebih dan belanja Rp1,23 triliun lebih, sehingga defisit Rp65,73 miliar lebih.

Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Lhokseumawe periode 1 Januari – 23 November 2016, realisasi pendapatan Rp754,18 miliar lebih atau 64,59 persen. Sedangkan realisasi belanja Rp687,87 miliar lebih atau 55,77 persen.

Data laporan realisasi anggaran/keuangan tersebut diperoleh portalsatu.com dari pihak Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lhokseumawe, Jumat, 25 November 2016.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPKAD Lhokseumawe T. Maimun saat dikonfirmasi portalsatu.com lewat telpon seluler, 21 November 2016, mengatakan, data realisasi keuangan dapat dicek pada bagian (bidang) akuntansi dinas ini. (Baca: Realisasi Keuangan Pemerintah Lhokseumawe Rendah, Ini Persentasenya)

Data realisasi keuangan (anggaran belanja) itu “mematahkan” keterangan Sekretaris Daerah/Kota Lhokseumawe Bukhari AKs. Saat dikonfirmasi portalsatu.com lewat telpon genggam, 23 November 2016, Bukhari menyebut, “Sekarang sudah sekitar 70 persen”. (Baca: Kas Lhokseumawe ‘Kosong?’ Sekda: Isu Macam Dum)

Tahun 2015

Dalam Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Lhokseumawe periode 1 Januari – 23 November 2016, turut dicantumkan realisasi tahun 2015 sebagai perbandingan. Realisasi pendapatan tahun 2015 senilai Rp835,80 miliar lebih, sedangkan realisasi belanja Rp879,07 miliar lebih, sehingga defisit Rp43,26 miliar lebih (jumlah realisasi pendapatan dikurangi belanja).

Berikutnya, penerimaan pembiayaan tahun 2015 Rp53,49 miliar lebih, yaitu dari SILPA tahun sebelumnya Rp53,34 miliar lebih dan penerimaan kembali pinjaman kepada perusahaan daerah Rp150 juta. Sedangkan pengeluaran pembiayaan (untuk penyertaan modal pemerintah daerah) Rp4 miliar. Sehingga total pembiayaan netto Rp49,49 miliar lebih (jumlah penerimaan pembiayaan dikurangi pengeluaran pembiayaan).

Hasil akhirnya, SILPA tahun 2015 senilai Rp6,23 miliar lebih (jumlah pembiayaan dikurangi defisit).[](idg)

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Lhokseumawe, 1 Januari – 23 November 2016:

Jumlah pendapatan Rp1.167.645.303.809,00

Realisasi Rp754.183.618.735,41

Jumlah belanja dan transfer Rp1.233.375.866.172,00

Realisasi Rp687.871.610.205,21

Realisasi 2015:

Pendapatan Rp835.809.796.431,35

Belanja Rp879.070.194.380,00

Defisit Rp43.260.397.948,65

Pembiayaan

Penerimaan Rp53.490.960.412,58

Pengeluaran Rp4.000.000.000

Pembiayaan netto Rp49.490.960.412,58

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Rp6.230.562.463,93

Baca juga: