BANDA ACEH – Sebanyak 25 mantan pejuang Moro Islamic Liberation Front (MILF), Mindanao, Filipina, studi banding ke Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar, Selasa, 23 Oktober 2018.
Kunjungan mantan pejuang MILF Moro ke dayah itu didampingi perwakilan dari UNDP dan Dinas Syariat Islam Aceh. Mereka studi banding tentang kurikulum pelajaran agama Islam berbasis pesantren yang bersih dari paham radikalisme.
Pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, Tgk. Muhammad Faisal, M.Ag., dalam sambutannya, mengucapkan syukur dan terima kasih sudah memilih dayah ini sebagai tempat kunjungan para mantan pejuang MILF.
“Semoga nanti, kami juga akan melakukan kunjungan balasan ke Moro, agar bisa mengamati langsung bagaimana perkembangan Muslim di sana,” kata Tgk. Faisal.
Setelah mendengar pemaparan Tgk. Faisal dan Tgk. Muakhir Zakaria dalam bahasa Arab tentang kurikulum dan mazhab fikih dan akidah yang diajarkan di Darul Ihsan, Amir MILF, Abdul Qadir Jailani menyambut baik. Ia mengatakan, ternyata Moro dan Aceh bermazhab sama. Mereka kemudian mendiskusikan bagaimana bentuk penerapan kurikulum dan semua perangkat pembelajaran seperti guru dan fasilitas.
“Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, terlihat Yusuf Sayid, salah seorang rombongan MILF, menyampaikan akan mengirim calon siswa dari Moro untuk belajar di Darul Ihsan,” kata Humas Dayah Darul Ihsan, Tgk. Mustafa Husen Woyla.
Usai pertemuan, rombongan studi banding dari MILF dan UNDP meninjau ke berbagai kelas untuk menyaksikan bagaimana kegiatan belajar mengajar berlangsung di Darul Ihsan.[](rel)



