Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
Beranda3 Tuntutan BRN...

3 Tuntutan BRN untuk Proses Damai Patani

SEBUAH situs web Telegraph.ph menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa Barisan Revolusi Nasional (BRN) akan menghadiri di sidang perundingan damai untuk menyelsaikan konflik Patani dan Thailand, pada Senin 10 April 2017.

Namun mempersyaratkan bahwa harus mengadakan mediator yang kredibilitas dan pengamat dari peserta Internasional. Demikian juga harus mendesainkan proses terlebih dahulu sebelum forum perundingan damai dimulaikan.

Berdasarkan dari AFP melaporkan bahwa Gerakan Barisan Revolusi Nasional atau BRN akan melakukan perundingan untuk dialog perdamaian Patani atau Patani Peace Dialogue. 

BRN menegaskan bahwa perjuangannya adalah hanya untuk perdamaian dan kemanusiaan, tetap melawan penjajah imperialisme-kolonialisme untuk mengembalikan kedaulatan Negara, BRN siap untuk bergabung proses perdamaian yang mengarah pada kembalinya perdamaian Patani. Dan percaya bahwa proses perundingan damai sebagai cara untuk menyelesaikan konflik dengan baik.

Namun BRN menekankan bahwa akan menghadiri proses perundingan damai. Dengan mempersyaratkan yang utama adalah bahwa seluruh proses harus didasarkan pada standar internasional, karena BRN menganggap bahwa untuk membangun proses perdamaian yang berhasil dan mengembalikan perdamaian sejati. Harus mencakup persyaratan berikut :

i.    Perundingan harus didasarkan pada persetujuan dari kedua belah pihak. Dan kedua belah pihak harus bersedia untuk mencari cara untuk mengakhiri konflik. Selain itu, harus mengadakan pengamat dari pihak ketiga dan penyaksian dari peserta internasional.
ii.    Mediator dalam perundingan harus kredibilitas. Dan memenuhi standar internasional, yang benar-benar netral. Dan tidak ada kepentingan dalam konflik. Termasuk dapat memenuhi kebutuhan dan memfasilitasi dalam perundingan sesuai dengan langkah-langkah yang ditetapkan.
iii.    Proses perundingan harus dirancang bersama-sama antara kedua konflik. Dan telah sepakat untuk mengikuti proses tersebut sebelum perundingan dimulai.

BRN menegaskan bahwa tiga persyaratan tersebut, merupakan faktor penting untuk membangun kepercayaan dan saling menghormati antara kedua pihak konflik. Hal Ini akan menjadi kekuatan positif utama dalam perundingan damai di masa depan.

BRN percaya bahwa jika perundingan didasarkan pada Syaratan ini, akan dapat menjadi solusi untuk mengakhiri konflik di Patani nanti.

Sementara ini, Deklarasi tersebut diterbitkan di sebuah web “Telegra.ph” yang menjadi situs web palsu, yang serupa dengan website “The Telegraph” di negara English. Bagaimanapun, untuk menghindari deteksi, BRN selalu mengeluarkan deklarasi di sebuah web yang sulit menyelidiki dan mendeteksi.[]

Penulis: Ampera Patani

Baca juga: