BANDA ACEH – Wakil Rektor III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan Unsyiah Ddr. Alfiansyah Yulianur, melepas kontingen Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIII asal Aceh yang berangkat ke Kendari. Pelepasan berlangsung di Balai Senat Unsyiah, Kamis, 6 Oktober 2016. Sedangkan Peksiminas akan berlangsung pada 11-17 Oktober 2016.

Pada Peksiminas kali ini kontingen Aceh mengirimkan 36 peserta dan 31 official yang berasal dari berbagai universitas di Aceh. Para peserta terdiri dari 25 mahasiswa Unsyiah, 1 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), 4 mahasiswa Universitas Samudra Langsa (Unsam), 1 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuha), 1 mahasiswa Universitas Serambi Mekkah (USM), dan 4 mahasiswa dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.

Kontingen Aceh tersebut akan bertanding dalam beberapa tangkai lomba seperti Nyanyi Tunggal Pop Putra, Nyanyi Tunggal Pop Putri, Nyanyi Tunggal Dangdut Putra,  Nyanyi Tunggal Dangdut Putri, Nyanyi Tunggal Seriosa Putri, Nyanyi Tunggal Keroncong, Puisi Putra, Puisi Putri, Fotografi Warna, Fotografi Hitam Putih, Komik Strip, Luksi, Desain Poster, Penulisan Puisi, Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, Monolog, Tari, Pengiring dan Vokal Group.

Alfiansyah berpesan, kontingen Aceh harus berusaha keras dan selalu berdoa untuk menampilkan yang terbaik pada ajang nasional ini. Kontingen Aceh jangan sekadar hadir menjadi peserta tapi juga harus mampu menorehkan prestasi.

“Kita tidak mau keberangkatan kali ini  hanya sekadar berangkat. Harus ada yang kita tampilkan dan tunjukkan bahwa kita sudah berusaha sekuat tenaga. Sedangkan hasilnya tetap kita serahkan sama Allah Swt, karena apapun hasilnya berarti itulah yang terbaik bagi kita,” ucap Alfiansyah yang juga Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Biro Mahasiswa dan Alumni Unsyiah, Drs. Nasir Ibrahim menambahkan, kontingen Aceh ini akan berangkat ke Kendari pada 10 Oktober 2016. Rombongan ini  akan diberangkatkan melalui dua bandara yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda dan Kuala Namu International Airport (KNIA). Kontingen Aceh yang berasal dari Unimal dan USM akan berangkat melalui KNIA karena pertimbangan jarak.

“Akan tetapi, sesampai di Medan seluruh peserta akan berangkat dalam satu pesawat yang sama,” kata dia.[]