Selama ini mungkin Manila lebih sebagai tempat transit bagi para turis sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau berpantai cantik di Filipina. Namun sebenarnya, ibu kota ini menyimpan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Setengah dekade terakhir, pusat kota Manila bertransformasi menjadi kawasan urban dengan hadirnya galeri seni dan tempat hangout bagi kalangan kaum jetset. Berikut lima tempat trendi di pusat kota yang bisa Anda kunjungi ketika berada di Manila seperti dilansir destinasian.co.id.
Ayala Museum
Berdiri menjulang empat lantai, museum ini diprakarsai oleh Fernando Zóbel, pengusaha kaya raya yang juga berprofesi sebagai pelukis. Dia mendirikan tempat tersebut sebagai sentra seni dan sejarah Filipina. Lantai dasar dan lantai satu berfungsi sebagai ruang pameran seni modern. Salah satu acara yang bakal digelar di sini dalam waktu dekat adalah pameran lukisan abstrak kreasi Pandy Aviado dan seniman nasional Cesar Legaspi. Di lantai dua, tamu bisa belajar mengenai perjuangan bangsa Filipina melalui diorama serta cuplikan-cuplikan video. Sedangkan lantai teratas diisi dengan koleksi perhiasan-perhiasan emas dan peralatan antik, termasuk keramik yang dulunya dibawa masuk ke Filipina oleh pedagang asal RRC. Guna mengisi perut setelah belajar sejarah dan seni, tersedia Museum Café yang menyediakan hidangan Filipina modern.
The Curator / EDSA Beverage Design Group
Untuk beragam pilihan koktail berbasis kopi, The Curator adalah tempatnya. Lokasinya di Legaspi Village. Tersembunyi di belakang bar wine, bar tanpa jendela ini mengadopsi konsep industrialis dengan meja-meja komunal yang berfungsi sebagai tempat bersosialisasi para tamu. Para barista menyiapkan kopi di pagi hari, untuk kemudian diracik menjadi koktail nikmat oleh para bartenderdan terkadang pemiliknya. Talenta para bartender di sini tak perlu diragukan lagi. Jericson Co dan Tiffany Yu, pemilik bar ini, juga merangkap sebagai mentor bagi para bartender-nya. Di bawah asuhan keduanya, salah satu anak didik Co dan Yu, Yoma Rivera, berhasil memenangkan kompetisi meracik koktail di Filipina yang digelar oleh Diageo pada 2013. Bila Anda lebih memilih menikmati minuman kopi murni tanpa alkohol, Anda bisa mampir ke EDSA Beverage Design Group, kedai kopi yang juga dimiliki oleh The Curator. Di bangunan dua lantai berkonsep gudang ini, Anda bisa mencicipi aneka macam minuman kopi serta bir buatan sendiri. Selain itu, EDSA juga menjual mesin pembuat bir dan puluhan jenis biji kopi lokal maupun impor.
The Collective
Seiring dengan maraknya pembangunan, harga properti pun meroket. Tak ayal, banyak desainer lokal yang kesulitan menemukan tempat untuk menggelar dagangannya. The Collective menawarkan solusi bagi masalah tersebut. Bersemayam di dalam bangunan bekas bengkel, bangunan bergaya industrialis ini menjadi wadah berjualan para desainer lokal, seperti Dee Jae Paeste dan Egg Fiasco. Tiap Minggu malam pesta musik reggae digelar di bar indie B-Side untuk menarik tamu. Bila sempat kemari, jangan lupa mampir ke Ritual, toko yang menyediakan barang-barang organik; atau Skitzo, gerai kostum kreasi Cheska Yupangco. Jangan ketinggalan pula untuk bertandang ke Longboards Manila yang menjual papan skate atau belajar bermain ukulele di Ukulele Philippines. Untuk urusan kuliner, ada restoran Wingman siap memanjakan lidah Anda dengan hidangan sayap ayam lezat..
Niner Ichi Nana
Pengusaha muda bernama Erwan Heussaff adalah otak di balik bar yang tengah naik daun ini. Selayaknya remaja urban Filipina, pada masa remaja Erwan jarang absen menghadiri tiap pesta yang diadakan di Opus dan Republiq, dua kelab malam tersohor di Manila. Kini, pria tersebut berhasil menggaet pemilik dua kelab malam itu untuk membiayai ide-ide kreatifnya. Niner Ichi Nana lahir berkat kolaborasi tersebut. Konsepnya adalah bar craft cocktail dengan menu minuman impresif. Lokasinya di distrik The Fort.
Pada saat pembukaan, menu koktailnya digarap oleh Din Hassan, bartender legendaris asal Singapura yang sebelumnya bertanggung jawab meracik minum di Bitters and Love. Kemudian Erwan turun tangan dengan menu-menunya sendiri. Salah satu yang mendapatkan apresiasi para pengunjung adalah Kawaii yang terdiri atas bubuk lehomoy Hawai-Jepang, bubuk rum manis, dan permen haw flakes. Urusan makanan, Niner Ichi Nana memercayakannya kepada The Hungry Hound, restoran milik Erwan yang lokasinya bersebelahan dengan NIN. Dapurnya dikomandani oleh Mikko Reyes dengan kreasinya berupa nugget hati angsa atau daging wagyu disiram mentega truffle dan disajikan dengan kentang goreng bumbu jamur truffle. Cocok untuk menemani sesi minum-minum. Saat Anda berkunjung dan Erwan sedang bertugas di belakang meja bar, Anda bisa memintanya untuk membuatkan koktail yang terinspirasi suasana hati, pakaian yang Anda kenakan, atau apapun yang bisa Anda pikirkan.
2nds
Berkunjung ke Manila tak lengkap tanpa merasakan hidangan bercita rasa khas Filipina. 2nds adalah usaha patungan dari delapan sekawan yang menyajikan sajian Filipina modern. Interiornya didesain mirip ruang belajar ningrat dengan sofa-sofa berlapis kulit dan rak buku dari kayu. Memperkuat kesan rumahannya, interior sengaja dihias dengan barang-barang milik pribadi seperti botol-botol wiski single malt dan foto-foto keluarga. Selayaknya kebiasaan makan di Filipina, makanan disajikan dalam porsi jumbo. Menu favoritnya adalah lamb shank caldereta, yaitu semur daging kambing dihidangkan dengan taburan keju dan nasi hangat. Menurut kokinya, hidangan ini terinspirasi masakan tradisional Filipina. Menu wajib lain yang wajib dicoba adalah beragam pilihan olahan bacon. Jangan terkejut bila Anda jatuh cinta dibuatnya.[] (ihn)



