ACEH UTARA – Sebanyak 750 prajurit TNI AD dari kesatuan Raider Yonif 114/Satria Musara tiba di Aceh, setelah mereka mengikuti latihan pembentukan raider selama tiga bulan di Markas Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Ratusan personel pasukan Raider tersebut tiba dengan KRI Teluk Bintuni-520, disambut Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Inf. Asep Sukarna, diwakili Kepala Staf Brigif 25/Siwah, Letkol Inf. Bayu Jagat, dalam serangkaian upacara penyambutan, di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, Senin, 22 Oktober 2018.

Bayu Jagat mengatakan, prajurit Raider itu harus profesional, andal dan tangguh. Mereka (prajurit) telah dilatih kemampuan taktik dan teknik khusus seperti operasi Raid, Mobud dan teknik pertempuran jarak dekat yang menjadi ciri khas pasukan Raider.

Di samping itu, lanjut Bayu, para prajurit Raider Yonif 114/SM tersebut diharapkan dapat menjalin hubungan komunikasi dengan baik bersama masyarakat. Jangan sekali-kali melakukan pelanggaran dan dapat melukai hati rakyat itu sendiri.

“Latihan pemantapan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan operasional satuan, agar satuan Raider di wilayah ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” kata Bayu Jagat kepada portalsatu.com/, Senin.

Menurut Bayu, kesiapan tersebut hanya bisa diperoleh apabila prajurit Raider terus berlatih atau mengasah kemampuannya. Untuk itu, pihaknya berharap agar prajurit terus mengembangkan kemampuan itu secara terprogram, serta dapat terpelihara dengan baik.

Bayu menjelaskan, Raider merupakan satuan tempur yang memiliki kualifikasi khusus, disiapkan untuk menghadapi perkembangan lingkungan strategis berdasarkan hakikat ancaman. Kata dia, setiap prajurit Raider dituntut untuk selalu siap dan mampu beroperasi dari segala bentuk medan pertempuran, untuk keamanan negara dan sebagainya.

“Kita sangat berharap kepada mereka (prajurit) agar terus mengasah kemampuannya setelah mengikuti latihan Raider selama tiga bulan tersebut, tentunya sesuai dengan materi yang sudah didapatkan selama latihan sebelumnya,” ujar Bayu Jagat.[]