SUBULUSSALAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam resmi berubah nama menjadi RSUD H. Merah Sakti terhitung sejak, Senin, 14 September 2026.
Perubahan nama tersebut usai Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB) melakukan penandatanganan prasasti penabalan nama RSUD Subulussalam menjadi RSUD H. Merah Sakti usai peringatan Hari Jadi ke-64 Subulussalam.
“Hari ini Senin 14 September 2026, di momentum Hari Jadi ke 64 Subulussalam, saya menetapkan dan menandatangani prasasti peresmian perubahan nama RSUD Kota Subulussalam menjadi RSUD H. Merah Sakti,” kata Wali Kota Rasyid Bancin.
Ia mengatakan pergantian nama ini bukan sekadar mengganti sebuah tulisan di depan rumah sakit. Tetapi Ini adalah cara untuk menghormati sejarah, mengenang jasa, dan mengabadikan sebuah pengabdian yang pernah diberikan almarhum H. Merah Sakti untuk masyarakat Kota Subulussalam.
HRB mengulas awal pemerintahan kala itu, ketika pemerintahan Kota Subulussalam baru mulai berjalan, dan belum memiliki rumah sakit daerah. Masyarakat Kota Subulussalam yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menempuh perjalanan ke RSUD Aceh Singkil.
“Dalam keadaan sakit, jarak bukan lagi sekadar ukuran kilometer, ia adalah beban bagi keluarga, terutama bagi mereka yang sedang berjuang dengan keterbatasan,” kata HRB.
Di tengah keterbatasan itulah, pada masa kepemimpinan H. Merah Sakti sebagai Wali Kota Subulussalam, lahir sebuah ikhtiar besar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan lebih dekat dengan rakyat. Rumah sakit daerah kemudian diwujudkan di jantung Kota Subulussalam.
“Sebuah langkah yang mungkin hari ini terlihat biasa, tetapi pada masanya adalah keputusan besar yang mengubah kehidupan banyak orang ,” ujarnya mengenang jasa H. Merah Sakti Wali Kota Subulussalam dua periode, 2009-2014 dan 2014-2019.
“Karena itu, hari ini kita tidak hanya menuliskan nama H. Merah Sakti di sebuah prasasti. Kita sedang menuliskan kembali sebuah pesan sejarah, bahwa kekuasaan akan berganti, pemimpin akan datang dan pergi, tetapi kebaikan yang diberikan kepada rakyat tidak boleh hilang dari ingatan,” katanya menambahkan.
HRB percaya, pembangunan Kota Subulussalam bukan milik satu pemerintahan dan bukan pula milik satu generasi, tapi semuanya ini hanyalah bagian dari perjalanan panjang yang menerima estafet dari para pendahulu untuk kemudian meneruskannya kepada generasi berikutnya.
HRB berharap RSUD H. Merah Sakti terus menjadi tempat di mana masyarakat mendapatkan harapan, pertolongan, dan pelayanan dengan hati, dan semoga nama yang yang diabadikan hari ini tidak hanya terpampang di dinding rumah sakit, tetapi hidup dalam ingatan masyarakat sebagai bagian dari sejarah perjuangan membangun Kota Subulussalam.
“Terima kasih, H. Merah Sakti, pengabdian boleh berakhir, tetapi manfaatnya akan terus hidup bersama rakyat Subulussalam,” ucap HRB.[]




