BLANGKEJEREN – Curah hujan yang tinggi kembali menyebabkan jembatan darurat di daerah Aih Bobo, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, hanyut disapu arus air sungai pada Minggu malam, 13 September 2026. Kondisi ini menyebabkan Kecamatan Dabun Gelang dan Kecamatan Pining kembali terisolir.
“Air Sungai Kuala Tripe juga meluap di daerah Badak hingga menyebabkan jalan lintas provinsi yang menghubungkan Blangkejeren dengan Kecamatan Pining tembus ke Lokop, Aceh Timur, tidak bisa diliwati,” kata Ramadan, warga Blangkejeren, Senin, 14 September 2026.
Warga meminta pemerintah daerah agar bertindak cepat untuk membangun jembatan darurat, dan memperbaiki jalan lintas provinsi yang tertimbun lumpur disertai terendaman air hingga 1 meter tersebut.
“Jembatan Aih Bobo dan Jalan Badak merupakan akses menuju rumah sakit umum. Jika tidak segera ditangani, kita khawatir keadaan semakin memburuk,” ujarnya.

[Jalan lintas provinsi menghubungkan Gayo Lues- Aceh Timur diterjang banjir. Pihak BPBD sedang melakukan perbaikan. Foto: Anuar Syahadat]
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimini, mengatakan pihaknya sudah menurunkan alat berat ke jalan lintas provinsi di daerah Badak. Namun, hanya sebatas perbaikan darurat mengingat jalan tersebut merupakan jalan lintas provinsi.
“Tidak memungkinkan kita tutup air yang masuk ke daerah persawahan warga dan ke badan jalan Gayo Lues-Aceh Timur itu. Sebelumnya pihak terkait sudah membuat tanggul, tetapi dijebol air lagi,” katanya.
Sedangkan mengenai Jembatan Aih Bobo yang pernah ditinjau Wakil Presiden kembali hanyut, Kepala BPBD mengatakan jembatan permanen Aih Bobo akan dibangun tahun 2027 mendatang, dan sudah mendapat persetujuan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita akan berupaya agar jembatan darurat tersebut kembali dibangun agar warga mudah melintas,” katanya.
Hingga Senin siang (14/9), di Jembatan Aih Bobo, satu unit mobil besar juga terbalik diseret air sungai. Kondisinya masih dalam keadaan terbalik di lokasi kejadian.[]





