Ketua Komisi I DPR Aceh, Abdullah Saleh meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan tepat sasaran dan tidak lemah.

Hal itu dikatakan Abdullah Saleh saat menjadi pembicara di acara diskusi Refkelsi 10 Tahun UUPA dengan tema perspektif Pembangunan Aceh Pasca Satu Dekade, yang digelar oleh lembaga IdeAS, Kamis 23 November 2016, di 3 in 1 cafe, Lampineung, Banda Aceh.

Abdullah Saleh mengatakan, dalam hal pengelolaan dana Otsus DPR Aceh menyerahkan pengawasan dilakukan pihak eksekutif dalam hal ini adalah Bappeda. Akan tetapi ia menilai Bappeda lemah dalam melakukan pengawasan di pemerintah kabupaten/kota.

“Banyak pembangunan di daerah tidak tepat sasaran Bappeda setelah diberi kewenangan sepertinya lemah dan tidak berdaya melawan pemerintah kabupaten/kota,” uajrnya.

Abdullah Saleh mengaku, DPR Aceh tidak mengetahui tentang pengawasan yang dilakukan Bappeda dan Eksekutif. Sehingga permasalahan dana otsus itu banyak menimbulkan komentar di tengah masyarakat.

Kendati demikian, politisi Partai Aceh itu menyebutkan, DPR Aceh sudah berupaya melakukan pengawasan secara rinci terhadap pengelolaan dana Otsus namun untuk melihat itu dibutuhkan waktu.[]