Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaAbi Nasril Bakongan:...

Abi Nasril Bakongan: ‘Virus HBD’ Lebih Mengerikan dari HIV

SAMALANGA – Ulama muda Pidie Teungku Nasril Adly, S.Pd.I., mengatakan, salah “virus” yang menggerogoti umat manusia adalah “HBD (hubbud dunya/cinta dunia)”. Alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji ini menyebut “virus HBD” lebih mengerikan dari virus imunodifisiensi manusia (human immunodeficiency virus/HIV )

“HIV menimpa tubuh atau fisik manusia saja, tetapi ‘HBD’ ini akan merusak pusat kontrol manusia yaitu kalbu (hati). Hilang dan hancurnya singgasana dan manajemen kalbu, efek ‘virus HDB’ tersebut,” ujar Teungku Nasril Adly akrab dipanggil Abi Nasril Bakongan kepada portalsatu.com, Selasa, 1 November 2016.

Abi Nasril menjelaskan, jika seseorang mencintai sesuatu, maka ia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya. Jika sesorang sudah cinta dunia, maka akan datang berbagai penyakit hati. Ada yang menjadi sombong, dengki, serakah, dan cenderung melelahkan diri sendiri memikirkan yang tidak ada.

“Makin tinggi ‘stadium virus HBD’,  akan makin serakah. Bahkan, bisa berbuat keji untuk mendapatkan dunia yang diinginkannya. Pikirannya selalu dunia, pontang-panting siang malam mengejar dunia untuk kepentingan nafsu dan materi saja,” kata Putra Bakongan ini.

Menurut Abi Nasril, Allah telah memperingatkan akan bahaya “virus HBD” dalam banyak firman-Nya. Di antaranya, “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (QS. Hud: 15-16).”

Abi Nasril melanjutklan, segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini, baik harta, gelar, pangkat, jabatan, dan popularitas, tidak akan ada artinya jika tak digunakan di jalan Allah.

“Hal yang sangat berarti dan bermakna dalam hidup ini hanyalah amaliah kita. Oleh sebab itu, jangan pernah kecukupan atau kekurangan ‘dunia’ ini meracuni hati kita. Jika kita berkecukupan, jangan sampai kecukupan kita menjadikan kita sombong. Jika kita kekurangan, maka jangan sampai kekurangan kita itu, membuat kita jadi kurang mensyukuri nikmat Allah, banyak mengeluh, minder dan sebagainya,” ujarnya.

Salah seorang khatib teladan di Pidie itu menambahkan, Rasulullah juga sejak dulu telah memperingatkan umatnya terkait bahaya “virus HDB” lewat sabda-nya, “Perumpamaan orang yang cinta pada dunia ibarat orang yang berjalan di atas air. Dapatkah orang berjalan di atas air, kakinya tidak basah?

Abi Nasril turut menyampaikan solusi atau “obat” untuk “virus HBD” tersebut. “Obat itu tidak lain adalah kezuhudan kita kepada dunia. Rasulullah saw., telah mengajarkan kita umatnya untuk berlaku zuhud,” katanya. 

“Zuhudlah di dunia maka Allah akan mencintai kalian, dan zuhudlah atas apa-apa yang ada di sebagian manusia, maka kamu akan dicintai oleh mereka,” ujar Abi Nasril mengutip hadis Nabi Muhammad saw., yang diriwayatkan Ibnu Majah dalam Kitab Zuhud.

Abi Nasril juga mengingatkan bahwa cinta dunia adalah sumber segala kesalahan. Sebab cinta dunia sering mengakibatkan seseorang cinta terhadap harta benda, dan di dalam harta benda terdapat banyak penyakit. Antara lain sifat bangga dan angkuh, pamer, dan lainnya terhadap apa yang dimiliki. 

“Dan mereka yang cinta dunia akan sibuk mengurus hartanya dan terus berusaha untuk menambahnya, hingga membuatnya lalai dari zikir kepada Allah swt. Ketahuilah barang siapa dilalaikan oleh harta bendanya, dia akan merugi, terlebih bila lalai dari dzikrullah. Mereka akan hanya seperti mayat, karena bila hati sepi dari zikir, niscaya matilah sang kalbu,” pungkas Abi Nasril Bakongan.[]

Baca juga: