BANDA ACEH – Surat Keputusan (SK) dan pendistribusian bus transportasi angkutan massal Trans Koetaradja sudah keluar dari Kementrian Perhubungan untuk semua daerah, kecuali Jakarta. Sementara jumlah bantuan bus transportasi angkutan massal di setiap provinsi berbeda-beda.
“Untuk Aceh menerima sebanyak 32 unit bus untuk dua koridor, untuk biaya pengiriman dan biaya operasional akan dibebani pada anggaran Pemerintah Aceh,” kata Kabid Lalulintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, saat menjawab pertanyaan dari sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 5 Januari 2016.
Dia mengatakan sarana untuk halte bus Trans Koetaradja juga sudah siap 100 persen. Halte-halte ini sudah bisa digunakan nantinya jika bus sudah tiba.
“Namun saat ini banyak jalur halte yang dijadikan tempat parkir. Harusnya jalan nasional tidak boleh dijadikan lahan parkir, hal ini terus menjadi pantauan kami untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dishubkominfo akan segera mengambil tindakan terhadap digunakannya jalur Trans Koetaradja sebagai tempat parkir. “Adanya parkir pribadi di lajur Trans Koetaradja, dan jalur khusus Trans Koetaradja akan segera kita bersihkan dari tempat parkir,” kata Zubir.
Zubir mengatakan Dishubkominfo akan bekerjasama dengan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh agar dapat merapikan pedagang dari jalur bus. Sementara jadwal kepastian tanggal kehadiran bus tersebut belum dapat dipastikan. Namun Zubir memastikan bus tersebut akan hadir dalam waktu dekat.
Selain itu, Zubir juga mengatakan saat ini belum ada wacana untuk merekrut sopir untuk mengoperasionalkan bus Trans Koetaradja. “Namun pihak Damri sudah melatih tiga sopir senior yang nanti ketiga sopir tersebut akan melatih sopir lainnya,” kata Zubir.
Di akhir wawancaranya, Zubir mengatakan bus tersebut setelah beroperasi akan ditampung di Terminal Batoh. “Itu hanya bersifat sementara karena akan segera dibangun di lahan khusus yang telah disiapkan sebagai pangkalan Trans Koetaraja,” ujarnya.[](bna)

