SUBULUSSALAM – Pemilihan kepala daerah pada 2017 mendatang dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan Aceh ke arah lebih baik. Warga juga diminta cerdas untuk menggunakan hak suaranya dan tidak mudah percaya dengan janji-janji yang disampaikan.

“Harapan kita proses pesta demokrasi nantinya melahirkan sosok pemimpin mampu membangun Aceh secara keseluruhan tanpa pilih kasih,” katanya.

Pernyataan tersebut menanggapi kondisi peta politik di Bumi Sada Kata menjelang Pilkada 2017. Sejumlah tim sukses pasangan calon mulai bergerilya ke kampung-kampung untuk membentuk tim pemenangan. 

Farida mengatakan masyarakat Subulussalam hanya mengikuti agenda politik tingkat provinsi, sementara untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota baru dimulai pada 2018 mendatang.

Kondisi ini justru memberikan keuntungan bagi masyarakat dalam menyalurkan hak pilih. Mereka lebih fokus untuk mengenal sosok calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang “bertarung”.

“Karena Aceh butuh pemimpin yang kuat secara politik. Kita harus memilih pemimpin yang peduli terhadap kemajuan daerah kita, wilayah pantai barat selatan Aceh selama ini kurang mendapat perhatian,” katanya.[](bna)

Laporan: Sudirman