BANDA ACEH – Aceh membutuhkan sentra-sentra ekonomi baru untuk menyejahterakan masyarakat.

“Aceh memiliki modalitas yang kuat untuk membangun sentra-sentra ekonomi baru seperti sumber daya alam dan juga sumber daya manusianya, sehingga dapat mengurangi ketergantungan dari luar,” kata Rektor UIN Ar-Raniry, Warul Walidin, usai wisuda doktor, magister, sarjana dan ahli madya di kampus itu, Banda Aceh, dua hari lalu.

Dia menjelaskan, potensi yang ada tersebut harus dimanfaatkan untuk mengembangkan sentra-sentra ekonomi baru ikut didukung dengan anggaran  memadai.

“Artinya, kehadiran sentra ekonomi baru seperti mengoptimalkan hasil pertanian, perikanan dan peternakan akan mampu memberikan nilai tambah kepada petani dan mengurangi ketergantungan dari provinsi tentangga khususnya,” katanya.

Dia mencontohkan, Aceh memiliki lahan sawit yang seharusya dapat memproduksi minyak kemasan yang dikemas langsung dengan baik sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan juga akan menghimpun tenaga kerja baru.

“Aceh juga dapat membangun sentra produksi peternakan seperti ayam petelur sehingga provinsi ini tidak berharap banyak terhadap telur yang selama ini banyak dikirim dari Sumatera Utara,” katanya.

Dia juga mengatakan anggaran yang mengalir melalui proyek-proyek besar yang dibangun di Aceh terkadang tidak seluruhnya mengalir di Aceh, tapi ke daerah lainnya karena banyak bahan baku yang didatangkan dari luar Aceh termasuk tenaga kerja.

Oleh karena itu, dia menyarankan untuk membuka sentra baru dan juga memanfaatkan peluang yang ada, maka perlu meningkatakan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia sehingga mampu memenuhi permintaan bursa kerja.

“Jika SDM Aceh sudah terlatih dan memiliki kemampuan kerja, maka tidak perlu lagi membawa tenaga kerja dari luar untuk bekerja, sebab SDM yang ada di Aceh sudah sangat mumpuni dan mampu memenuhi permintaan bursa kerja,” katanya.

ReporterMuhammad Ifdhal.[] Sumberantaranews.com