TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mengirimkan tim medis dan peralatan kesehatan untuk membantu para korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya. Tim medis ini berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan dan beberapa dokter dari Puskesmas di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan.
Tim medis yang dipimpin langsung Direktur RSUD YA Tapaktuan, dr Faisal, telah kita berangkatkan pada Rabu 7 Desember 2016 malam. Saat ini mereka telah berada di lokasi untuk membantu para korban gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, kata Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra saat dihubungi, Kamis, 8 Desember 2016.
Pemkab Aceh Selatan turut menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai kepada para korban gempa di daerah tersebut. Bantuan dana tersebut rencananya akan diantar langsung Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra bersama Sekretaris Daerah (Sekda) H Nasjuddin pada Sabtu, 10 Desember 2016 mendatang.
Karena yang sangat dibutuhkan para korban gempa sekarang ini adalah uang tunai, maka kami memilih untuk menyalurkan langsung uang tunai kepada mereka. Sebab kalau untuk kebutuhan bahan makanan dan pakaian sudah banyak disalurkan dari pemerintah provinsi dan pusat, ujar Bupati.
Bupati juga telah menginstruksikan para pegawai dan pejabat di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk menggalang dana secara sukarela dari kalangan PNS. Selain itu, dana juga dikumpulkan para pengusaha dan kontraktor serta masyarakat se-Aceh Selatan.
Bantuan atas nama Pemkab Aceh Selatan sudah pasti sebesar Rp100 juta. Jumlah itu belum termasuk dari hasil penggalangan dana secara sukarela dan ikhlas, yang dilakukan para pegawai, pejabat, pengusaha atau kontraktor serta masyarakat luas. Sehingga kami perkirakan jumlah bantuan dana yang terkumpul nanti dipastikan di atas Rp100 juta, katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD YA Tapaktuan, dr Faisal, menyebutkan, tim medis yang dikirim untuk membantu para korban gempa seluruhnya berjumlah 10 orang. Mereka terdiri dari dokter spesialis bedah dan spesialis anestesi masing-masing satu orang. Kemudian ada juga perawat kamar operasi 3 orang, perawat ICU 1 orang, perawat UGD 2 orang, apoteker 1 orang, dokter umum mewakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI) satu orang dan mobil ambulans berikut sopirnya satu unit.
Tim medis sebanyak 10 orang ini khusus dari RSUD YA Tapaktuan belum termasuk dari Puskesmas di bawah Dinas Kesehatan. Selain membawa satu unit mobil ambulans, kami juga turut serta membawa sejumlah peralatan kesehatan seperti alat operasi dan obat-obatan, kata Faisal, seraya menyakan bahwa pihaknya telah sampai ke lokasi dan telah mendirikan posko kesehatan di wilayah Kecamatan Meuredue, Kabupaten Pidie Jaya.[]
Laporan: Hendri Meukek

