Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaAceh Tengah Kabupaten...

Aceh Tengah Kabupaten Pertama di Luar Jawa Punya Layanan Kateterisasi Jantung

TAKENGON – Sejarah layanan kesehatan, khususnya penyakit jantung, ditorehkan Kabupaten Aceh Tengah menyusul diluncurkannya Layanan Laboratorium Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon, Senin, 16 Agustus 2016. Peluncuran dilakukan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin.

Layanan kateterisasi jantung di tingkat kabupaten dan kota tersebut dinilai oleh Konsultan Penyakit Jantung Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, DR. dr. Muhammad Yamin sebagai yang pertama di luar Jawa.

“Patut dibanggakan untuk di luar Jawa yang punya pelayanan jantung sampai tindakan kateterisasi, Aceh Tengah atau Takengon yang pertama,” ujar Yamin yang sengaja hadir untuk menyaksikan peluncuran unit Lab Kateterisasi di Aceh Tengah itu.

Menurutnya, bahkan ada provinsi di Indonesia yang belum memiliki unit layanan Lab Kateterisasi, padahal unit tersebut dapat menjadi layanan unggulan kesehatan masyarakat.

“Semua sangat tergantung pada visi pimpinan daerahnya, karena keberadaan unit layanan kateterisasi diperlukan di daerah berkenaan dengan penyakit jantung yang perlu penanganan segera,” kata Yamin.

“Penyakit jantung itu tidak bisa menunggu, seperti umumnya penyakit lain, waktu maksimal penanganan penyakit jantung perlu 6 jam, sementara 2 jam pertama 50 persen otot jantung sudah mati, jadi perlu kecepatan,” katanya.

Lebih lanjut, Yamin mengatakan kecepatan penanganan penyakit jantung sangat tergantung dengan jarak pelayanan. Karena itu, dengan hadirnya Unit Layanan Jantung bisa lebih banyak pasien dapat ditangani segera.

Keberadaan Unit Layanan Kateterisasi Jantung di Aceh Tengah, menurutnya akan terus mendapatkan pembinaan dan pengayoman dari RSCM dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga benar-benar dapat beroperasional secara mandiri.

“Kami dari RSCM dan Fakultas Kedokteran UI akan terus memberikan pembinaan, bahkan saat ini perawat-perawatnya ada yang sedang dilatih di RSCM,” kata Yamin.

Sementara Bupati Nasaruddin menanggapi peluncuran Unit Layanan Jantung tersebut sebagai bentuk kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Kami juga baru mengetahui kalau Unit Layanan Kateterisasi Jantung di Aceh Tengah ini yang pertama di luar Jawa, dan tidak pernah berpikir tentang itu,  karena fokus kita adalah memberikan pelayanan kesehatan, khususnya penyakit jantung yang selama ini dirasakan warga harus antre atau menunggu lama untuk ditangani,” kata Nasaruddin melalui siaran pers.[](ihn/*sar)

Baca juga: