LHOKSEUMAWE – Kementerian Agama Republik Indonesia menunjuk Aceh sebagai tuan rumah Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI pada 2018 mendatang, mengalahkan Jambi yang juga mengusulkan jadi tuan rumah perhelatan dua tahuan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Kwartir Daerah Pramuka Aceh, H Djufri Efendi Abdullah kepada portalsatu.com, Senin, 13 Maret 2017. Ia menjelaskan, keputusan tersebut diketahui dalam rapat koordinasi kesiapan PPSN Aceh yang disampaikan oleh Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Aceh di Aula Kantor Gubernur dua pekan lalu.

“Dalam rapat tersebut Karo yang masih dijabat oleh DR Munawar menjelaskan Aceh lolos sebagai tuan rumah PPSN 2018. Pada rapat juga dibahas tahapan lanjutan termasuk rencana anggaran yang akan dibahas dengan pihak DPRA, Kemenag Aceh dan dinas terkait lainnya ,” kata Djufri.

Pada presentasi yang disampaikan di Kementerian Agama RI pada Desember 2016 lalu, Aceh sudah menyiapkan anggaran  Rp 4,8 miliar bersumber dari APBA 2017 untuk perbaikan Saree Scout Camp di Aceh Besar sebagai lokasi PPSN.

“Anggaran tersebut kita nilai belum cukup, karena kita masih butuh anggaran maksimal Rp 18 miliar untuk membenahi area perkemahan itu agar benar-benar layak menjadi lokasi utama PPSN nanti, oleh sebab itu kita perlu melakukan koordinasi dengan DPRA dan lembaga terkait,” katanya.

Rencananya tambah Djufri,  PPSN akan digelar pada September atau Oktober 2018 mendatang,  bertepatan dengan peringatan  Hari Santri Nasional.[]