BANDA ACEH – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz menyayangkan elite Aceh yang kembali meminta peran Jakarta memediasi penyelesaian persoalan APBA 2017. Ia menilai permasalahan APBA yang tak kunjung disahkan, seharusnya tidak perlu dimediasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Saya kira tidak perlu, karena itu eksternal (peran Kemendagri), dan ini internal (persoalan Aceh). Kalau saya sebut APBA ini internal kita Aceh, jadi yang tahu persis persoalan Aceh adalah orang kita. Jadi, DPRA dan eksekutif sendiri yang tahu,” kata Nasir Aziz, Rabu, 18 Januari 2017.

“Boleh kita melakukan koordinasi, konsolidasi itu secara umum, tetapi yang memahami pembangunan daerah adalah kita sendiri,” ujar Nasir Aziz lagi.

Pakar Ekonomi Unsyiah ini menyebut molornya pengesahan APBA hampir saban tahun merupakan permasalahan yang merugikan Aceh. Pasalnya, keterlambatan realisasi APBA berefek terhadap pertumbuhan ekonomi yang lesu dan berpotensi bertambahnya pengangguran. Itu sebabnya, ia berharap kasus ini tidak terulang lagi pada tahun mendatang.

“Jadi, kita berharap ke depan, siapa pun pemimpin, ini prioritas pertama dalam mempercepat pengesahan APBA sesuai dengan jadwal yang telah disebutkan. Semakin cepat disahkan maka semakin cepat pertumbuhan ekonomi yang terjadi di dalam masyarakat. Kalau tidak, semuanya akan lesu dan mekanisme ekonomi tidak berjalan dengan baik,” ujar Nasir Aziz.[]

Laporan Muhammad Saifullah