MEULABOH – Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat menyayangkan seringnya kendaraan berstiker kandidat kepala daerah keluar masuk area kampus. Hal ini dinilai telah mencoreng indepedensi universitas sebagai lembaga pendidikan.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UTU, Mustafik, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Minggu, 6 November 2016.
Lembaga pendidikan termasuk di dalamnya kampus, seharusnya menjadi area yang bersih dari hal-hal seperti itu. Namun sangat disayangkan sampai saat ini ada saja kendaraan yang berspanduk kampanye partai tertentu hilir mudik keluar masuk kampus,” kata Mustafik.
Dia mengatakan pernah bersama mahasiswa lainnya mengusir salah satu kendaraan berstiker partai tertentu dari area kampus. Namun sayangnya hingga saat ini masih ada saja kendaraan-kendaraan kampanye mangkal dalam area kampus.
Dia berharap ada aturan khusus dari kampus yang melarang kendaraan beratribut kampanye kandidat kepala daerah atau partai politik masuk ke area kampus. Hal ini diakui Mustafik juga akan dibicarakan dengan Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA., agar mendorong kemanan kampus untuk menyortir seluruh kendaraan yang keluar masuk kampus.
“Seandainya ditemukan kendaraan yang berspanduk kampanye partai tertentu maka harus dilarang untuk memasuki area kampus,” katanya.
Mustafik juga berharap agar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat membuat aturan tegas terkait hal tersebut. “Guna mendorong lahirnya suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sportif, jujur dan nyaman pada 2017 nanti,” katanya.[]



