JAMBI – Wakapolda Jambi, Kombes Pol Nana Sudjana menjelaskan bom yang meledak di depan toko di kawasan Pasir Putih, Kota Jambi pada Rabu 27 Januari 2016 dini hari itu adalah bom rakitan yang berdaya ledak rendah atau low explosive.
“Itu bom rakitan berdaya ledak rendah dan tidak ada kerugian materi ataupun korban jiwa dalam kejadian itu,” katanya di Jambi, Kamis.
Beberapa menit setelah terjadinya ledakan pada pukul 02.30 WIB, tim dari Gegana Brimob Polda Jambi langsung turun ke lokasi kejadian untuk menyisir dan membersihkan bekas ledakan sekaligus membawa dua batang bom yang belum sempat meledak sebagai barang bukti.
Kombes Pol Nana Sudjana juga menyebutkan bom rakitan menggunakan alat atau bahan peledak dari petasan dalam ukuran besar. “Kita juga sudah mengamankan sisa barang bukti seperti belerang, sulfur dan potasium, paku ukuruan lima inchi serta dua batangan diduga bom ukuruan sepanjang 20 cm dan berdiameter 2,5 inchi yang dibungkus dalam kardus yang diberikan pesan,” katanya.
Dari lokasi ada tiga batang diduga bom rakitan dan hanya satu yang meledak. Sementara dua tidak meledak dan kini sudah di disposal oleh tim Gegana Brimob Polda Jambi.
Untuk sementara ini motif dari kasus tersebut masih didalami. Polisi juga sudah memeriksa delapan saksi dan bentuk tim khusus dari Polresta dan Polda. Hasil sementara penyelidikan kasus itu menjurus pada permasalahan pribadi yakni di bidang usaha atau dagang dan bukan terkait masalah terorisme atau kelompok radikalisme.
Polisi kini sudah mengindentifikasi pelaku yang kini masih dibawah pengawasan kepolisian. Wakapolda mngimbau kepada masyarakat tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa dan jangan terprovokasi terhadap isu yang bisa menyesatkan serta terus waspada.
Di lokasi bekas ledakan itu ditemukan alat pemicu waktu, paku, bubuk belerang, potasium yang diduga bisa mengarah unsur dari bom, sebab di dalamnya sudah terdiri rangkaian bahan peledak dan dikemas dalam suatu paket.
Sumber: Antara/republika.co.id


